
Spekulasi Negoisasi Damai, Zelensky: Ukraina Tak Akan Serahkan Wilayah ke Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merespons adanya spekulasi internasional terkait kemungkinan negosiasi perdamaian dengan cara pertukaran wilayah.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merespons adanya spekulasi internasional terkait kemungkinan negosiasi perdamaian dengan cara pertukaran wilayah.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa sebanyak 84 tawanan perang berhasil dipulangkan ke Kyiv, termasuk puluhan warga sipil pada beberapa waktu lalu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) akan kembali mengirim bantuan militer untuk negaranya. Hal itu ia ungkapkan setelah Presiden Donald Trump mengumumkan hal serupa.

Rusia dan Ukraina kembali melakukan pertukaran tawanan sebagai bagian dari kesepakatan yang dibuat selama perundingan langsung di Istanbul pada 2 Juni lalu.

Kementerian Luar Negeri Turki mengungkapkan bahwa perundingan damai antara delegasi Ukraina dan Rusia dijadwalkan akan berlangsung di Istanbul, pada Senin (2/6) pukul 1 siang waktu setempat.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin siap untuk melakukan perundingan langsung dengan pemimpin Ukraina. Namun, perlu persiapan matang termasuk penjabaran tuntutan yang merinci guna mengakhiri konflik.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Rusia telah mengerahkan lebih dari 50.000 tentara, termasuk beberapa pasukan terbaiknya, di dekat wilayah Sumy, Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa ia telah berbicara melalui telepon dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, dan membahas langkah-langkah bersama guna menekan Rusia untuk mengamankan "perdamaian yang adil".

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa ia bersedia untuk bertemu dan melakukan perundingan damai dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Turki pada Kamis (15/5) mendatang.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Cina menolak klaim Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang mengatakan bahwa Beijing telah memasok senjata ke Rusia, termasuk bubuk mesiu dan artileri.