Sebuah rudal dilaporkan telah mendarat di Polandia, sekitar 80 km dari perbatasan dengan Ukraina. Menanggapi hal ini, Presiden Dewan Eropa Charles Michel menyerukan untuk diadakannya diskusi darurat dengan pemimpin negara-negara Uni Eropa perihal laporan tersebut di sela-sela KTT G20 di Bali, Rabu (16/11).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menghadiri KTT G20 Bali secara virtual, Selasa (15/11). Dalam pidatonya, ia menyerukan untuk menghentikan perang destruktif Rusia dan menyelamatkan ribuan nyawa.
Amerika Serikat (AS) kembali mengirimkan bantuan militer pada Ukraina senilai $ 400 juta, Kamis (10/11). Bantuan ini menunjukkan komitmen kontribusi AS terhadap pertahanan Ukraina.
Ukraina menjalin kerjasama dengan negara-negara angota ASEAN melalui penandatanganan Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) di Kamboja, Kamis (10/11). Instrumen aksesi ini merupakan upaya Ukraina memperluas kemitraan internasional.
Komitmen Inggris mendukung Ukraina diperkuat dengan bantuan tambahan berupa 1000 rudal darat ke udara, Rabu (9/11). Inggris juga akan mengirim perlengkapan non senjata untuk tentara Ukraina menghadapi musim dingin.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan tidak akan menyerahkan wilayah di bagian timur negaranya untuk mengakhiri perang dengan Rusia, Selasa (9/11). Zelensky bersikeras bahwa syarat agar pembicaraan damai berlangsung adalah pemulihan wilayah Ukraina dan kompensasi dari Rusia.
Sistem Pertahanan Udara NASAMS telah tiba di Ukraina untuk memperkuat militer negara itu melawan invasi Rusia. Informasi tersebut terungkap dari cuitan Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov di akun twitter-nya, Senin (7/11). Ini merupakan kelanjutan dari tawaran AS untuk membantu pertahanan udara Ukraina setelah beberapa kota dihujani rudal dan pesawat nirawak Rusia.
Iran mengaku telah memasok pesawat nirawak atau Drone ke Rusia, namun pengirimannya telah dilakukan jauh sebelum terjadi perang di Ukraina, Sabtu (5/11). Pesawat Nirawak buatan Iran digunakan oleh Rusia untuk menargetkan Ibu Kota Kyiv, Ukraina.
AS mengklaim bahwa Rusia telah bergantung pada senjata Iran dan khawatir bahwa Iran akan terus memasok senjata yang lebih canggih dalam kurun waktu dekat, Selasa (1/11).
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan melakukan pembicaraan terkait status kesepakatan ekspor gandum Ukraina, Selasa (1/11). Putin menginginkan adanya penyelidikan terperinci terkait serangan terhadap armada Rusia dan jaminan dari Ukraina untuk tidak menggunakan koridor ekspor gandum demi tujuan militer.