Pemerintah Ukraina memiliki sebuah layanan khusus atau hotline bagi tentara Rusia yang ingin menyerah. Dengan menghubungi nomor khusus atau melalui aplikasi pesan Telegram, program "I Want To Live" telah dimulai sejak September tahun lalu yang diatur oleh Departemen Tawanan Perang Ukraina.
Selama satu dekade terakhir, Turki telah fokus menjadi pemain penting dalam industri pertahanan, khususnya pesawat nirawak. Hal ini ditunjukkan dengan adanya ekspor skala besar senilai US$ 871,5 juta atau meningkat hingga 80 persen dibanding tahun 2021.
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya sepakat untuk memasok delapan M60 AVLB (Armored Vehicle Launched Bridges) ke Ukraina dalam bantuan pertahanan terbaru senilai US$400.
Peluncur roket HIMARS buatan Amerika Serikat (AS) merupakan salah satu persenjataan yang efektif untuk mengangkal serangan udara Rusia terhadap Ukraina. Oleh karena itu, negara-negara di kawasan Asia Pasifik mempertimbangkan untuk membeli sistem persenjataan tersebut, untuk menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang.
Presiden Rusia Vladimir Putin perintahkan untuk memperkuat pertahanan di perbatasan setelah rentetan drone atau pesawat nirawak melesat jauh dan menghantam wilayah yang hanya berjarak 100 km dari Ibu Kota Moskow.
Pesawat nirawak merupakan salah satu kunci penting bagi Rusia dalam agresi militer di Ukraina, salah satunya Orlan-10, yang suku cadang utamanya berasal dari barat. Memasuki tahun kedua konflik, nyatanya Rusia mengandalkan komponen dari negara asing untuk mempertahankan kemampuan militernya.
Rusia mengklaim telah menghancurkan total 8.042 tank tempur milik pasukan Ukraina selama satu tahun invasi berlangsung. Operasi khusus, sebutan Rusia untuk invasi ilegal, disebut semakin kuat dilakukan di beberapa wilayah aneksasi seperti Donetsk dan Kherson.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut proposal Cina untuk gencatan senjata dengan Rusia. Ia pun ingin bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping terkait rencana perdamaian tersebut.
Majelis umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui resolusi tidak mengikat yang menyerukan Rusia untuk mengakhiri konfliknya di Ukraina sekaligus menarik kembali seluruh pasukannya. Resolusi ini menjadi pesan tegas untuk dari PBB seiring dengan sanksi yang terus ditambah terhadap Rusia.
Invasi di Ukraina yang telah terjadi selama satu tahun, membuat Rusia mulai kekurangan persenjataan dan infanteri militer. Hal ini ditunjukkan dengan keputusan Pemerintah Putin untuk kembali mengerahkan kendaraan tempur (ranpur) era Uni Soviet.