Rusia Perketat Pertahanan Usai dihantam Drone

Jakarta, IDM - Presiden Rusia Vladimir Putin perintahkan untuk memperkuat pertahanan di perbatasan setelah rentetan drone atau pesawat nirawak melesat jauh dan menghantam wilayah yang hanya berjarak 100 km dari Ibu Kota Moskow.
Dilansir dari The Independent, Kamis (2/3), Putin mendapatkan laporan dari Gubernur Rusia bahwa sebuah drone jatuh di dekat pangkalan gas alam di Kota Kolomna, sekitar 100 km arah tenggara Moskow. Serangan drone itu disebut sebagai operasi spionase dan sabotase yang berkembang terhadap Rusia oleh Ukraina dan sekutu Barat.
Baca Juga: Momen Kebersamaan Prabowo dan Presiden MBZ di UEA, Pererat Kerja Sama Pertahanan
Putin menginstruksikan Federal Security Service (FSB) untuk meningkatkan keamanan di empat wilayah aneksasi yaitu Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia. Drone yang menyerang Rusia disebut memiliki jangkauan hingga 800 km tetapi tidak memiliki kapasitas untuk membawa peledak dalam jumlah besar.
“Dinas intelijen Barat secara tradisional selalu aktif bekerja di Rusia, dan sekarang mereka telah mengerahkan personel tambahan, teknis, dan sumber daya lainnya untuk melawan kami. Kita perlu tindak lanjuti itu,” ujar Putin.
Baca Juga: Kisah Kolonel Inf Sugiyono yang Berhasil Dapat Pin Emas dari Presiden Jokowi
Meskipun tidak ada laporan jiwa dan kerusakan yang signifikan, serangan selama dua hari kemarin menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan pertahanan Rusia yang telah menginvasi Ukraina. Beberapa pihak pro Kremlin memperingatkan bahwa serangan itu dapat menjadi bagian dari upaya Ukraina untuk menyelidiki kerentanan pertahanan Rusia. Sementara itu, pihak Ukraina tidak memberikan pernyataan apapun. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































