
NATO Pertegas Komitmen Kirim Senjata ke Ukraina
Negara-negara anggota NATO kembali menegaskan komitmen bantuan terhadap Ukraina, di tengah munculnya kekhawatiran atas dukungan dari Amerika Serikat (AS) yang menipis.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Negara-negara anggota NATO kembali menegaskan komitmen bantuan terhadap Ukraina, di tengah munculnya kekhawatiran atas dukungan dari Amerika Serikat (AS) yang menipis.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pihaknya pihaknya butuh mempererat kerja sama dengan sekutu untuk memperkuat pertahanan udara, termasuk dalam melindungi rute ekspor gandum internasional.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan rencana reformasi mobilisasi pasukan untuk bertugas di medan tempur karena konflik terus berkecamuk memasuki bulan ke-20.

Otoritas Keamanan Ukraina mengatakan bahwa Rusia telah meluncurkan serangan drone bertubi-tubi terhadap beberapa fasilitas. Serangan itu menyebabkan pemadaman listrik di lebih dari 400 kota dan desa di wilayah bagian selatan, tenggara, dan utara.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengklaim bahwa pihaknya telah berhasil memukul mundur kapal perang Rusia menggunakan drone di Laut Hitam. Keberhasilan itu disebut menjadi awal bagi Ukraina mengambil alih keamanan di koridor ekspor maritim.

Kelompok penelitian Kyiv mengatakan bahwa hampir 25.000 pasukan Ukraina tewas sejak konflik dengan Rusia pada Februari tahun lalu. Namun, jumlah itu diperkirakan belum sepenuhnya terhitung karena sebagian pasukan dinyatakan hilang.

Ukraina sebut konflik bersenjata dengan Rusia semakin intens di wilayah bagian timur khususnya Kota Avdiivka. Rusia diklaim terus meningkatkan serangan udara dan berupaya bergerak maju dengan pasukan darat.

Pejabat pemerintahan Ukraina mengatakan bahwa KTT perdamaian untuk mengatasi konflik dengan Rusia, kemungkinan akan digelar Februari tahun depan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah bahwa perang dengan Rusia telah menemui jalan buntu dan mengatakan pihaknya butuh lebih banyak kerja sama dengan sekutu untuk memperkuat pertahanan udara.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa sejumlah senjata yang dipasok sekutu Barat untuk Ukraina telah dikirim ke Timur Tengah melalui pasar senjata ilegal dan berujung dijual ke Taliban.