Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pihaknya pihaknya butuh mempererat kerja sama dengan sekutu untuk memperkuat pertahanan udara, termasuk dalam melindungi rute ekspor gandum internasional.
โKami masih memerlukan sejumlah sistem yang sangat spesifik. Pertahanan udara terbatas,” kata Zelensky melansir President.gov.ua, laman resmi kepresidenan Ukraina, Selasa (28/11).
Pernyataan itu ia ungkapkan pada pertemuan puncak Grain from Ukraine di Kyiv pada beberapa waktu lalu, yang dihadiri oleh pejabat dari negara-negara Eropa seperti Presiden Swiss Alain Berset dan Perdana Menteri Lituania Ingrida Simonyte.
Baca Juga:ย Korut Sebut Akan Tambah Satelit Pengintai Militer
Zelensky melanjutkan, koridor ekspor gandum tetap beroperasi meskipun terus mendapat tantangan dari Rusia, yang diklaim telah meluncurkan sekitar 75 serangan drone dalam semalam.
โKami memiliki koridor dan kerja sama dalam penggunaannya dengan Bulgaria, Rumania, dan Turki. Kami memiliki perjanjian dengan Inggris, yang terlibat dalam memastikan koridor ini,” ujarnya.
Ia juga menyebut mitranya akan menyuplai beberapa kapal untuk ikut berlayar bersama kapal kargo dari pelabuhan Ukraina guna menjamin keamanan hingga tujuan. Selain itu, jumlah volume pengangkutan produk Ukraina dengan kereta api melalui Moldova dan Rumania disebut semakin meningkat.
โSaya memiliki perjanjian dengan beberapa negara mengenai pengawalan yang kuat untuk Ukraina,โ katanya.
Baca Juga:ย Gencatan Senjata di Gaza Diperpanjang Selama Dua Hari
Secara terpisah, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menjanjikan dukungan kepada Zelensky dan akan menyediakan 50 juta euro untuk โperbaikan cepat dan peningkatan infrastruktur di pelabuhan-pelabuhan Ukraina.โ
“Meskipun terjadi perang, Ukraina terus memberi makan dunia. Dalam upaya ini, Anda dapat mengandalkan UE. Kami terus meningkatkan solidaritas kami dan akan menyediakan โฌ50 juta untuk memperbaiki infrastruktur pelabuhan Anda,” tulisnya melaui akun resmi X.
Ukraina merupakan pengekspor utama gandum dan telah melanjutkan ekspor melalui Laut Hitam secara sepihak, usai Rusia menarik diri dari perjanjian biji-bijian pada bulan Juli lalu. (bp)