
Rusia dan Ukraina Sepakat Berhenti Serang Fasilitas Energi dan Kapal di Laut Hitam
Rusia dan Ukraina telah sepakat untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi dan kapal-kapal yang berlayar di Laut Hitam untuk sementara.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Rusia dan Ukraina telah sepakat untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi dan kapal-kapal yang berlayar di Laut Hitam untuk sementara.

Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menegaskan kembali komitmen dukungan terhadap Rusia dalam mempertahankan diri melawan Ukraina. Hal itu ia ungkapkan saat bertemu Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu di Pyongyang pada beberapa waktu lalu.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia mengatakan bahwa Ukraina melanggar gencatan senjata parsial yang diusulkan Amerika Serikat (AS), dengan menyerang depot minyak.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut positif sikap Rusia yang setuju untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi selama 30 hari, berdasarkan proposal yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS).

Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui usulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk berhenti melakukan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina selama 30 hari.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku siap untuk gencatan senjata dengan Ukraina. Namun, ia mengaku perlu diskusi lebih mendalam terkait langkah konkret yang akan dilakukan sebelum kesepakatan dicapai.

Amerika Serikat (AS) akan kembali memasok bantuan militer dan berbagi informasi intelijen dengan Ukraina usai perundingan intens antara kedua belah pihak di Arab Saudi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku siap untuk gencatan senjata selama 30 hari, berdasarkan proposal dari Amerika Serikat (AS).

Para pemimpin Eropa mengungkapkan komitmen untuk terus mendukung Ukraina di tengah kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menghentikan bantuan militer ke Kyiv.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengonfirmasi bahwa negaranya menghentikan bantuan militer ke Ukraina, sesuai perintah Presiden Donald Trump pada beberapa waktu lalu.