TNI AL bersama Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) mengerahkan empat kapal perang untuk menyisir alur pelayaran Selat Malaka. Operasi bersama bertajuk Patroli Terkoordinasi Malaysia-Indonesia (Patkor Malindo) 173/26 ini resmi meluncur dari Medan, Sumatra Utara.
TNI AL bersama Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) menyusun jadwal dan skema operasi patroli terkoordinasi Malindo untuk tahun 2027. Rencana pengamanan bersama ini dibahas dalam rapat tim perancang operasi laut Malindo ke-49 di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (21/8).
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin membahas sejumlah kerja sama pertahanan saat menerima kunjungan Menteri Pertahanan Thailand H.E. Letnan Jenderal Adul Boonthumjaroen di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Selasa (4/8).
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dan Singapura untuk memperkuat kerja sama menjaga keamanan Selat Malaka sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling strategis di dunia.
TNI AL memperketat pengawasan di sejumlah titik strategis perairan Indonesia untuk menekan angka kejahatan di laut. Upaya ini mencakup pemetaan menyeluruh terhadap jalur-jalur ilegal atau 'jalur tikus' yang membentang dari Selat Malaka hingga wilayah perairan Papua.
Kapal cepat rudal dari Satuan Kapal Cepat (Satkat) Komando Armada (Koarmada) I, KRI Alamang-644, menggelar latihan kesiapsiagaan peran tempur bahaya udara di perairan Selat Malaka, Selasa (21/4). Latihan dipimpin langsung oleh Komandan KRI Alamang-644 Letkol Laut (P) Rudi Sulistiyanto.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksdya Denih Hendrata melaksanakan pertemuan bilateral dengan Kepala Staf Tentera Laut Diraja Malaysia Laksamana Tan Sri Dato Zulhelmy Ithnain di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (20/4). Pertemuan ini membahas penguatan pengawasan terhadap kapal asing yang melintasi Selat Malaka.