
Rusia Peringati AS Tak Anggap Enteng Batas 'Garis Merah'
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak menganggap enteng batas 'garis merah' Rusia.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak menganggap enteng batas 'garis merah' Rusia.

Amerika Serikat (AS) kembali memperingatkan Korea Utara (Korut) atas dukungannya terhadap Rusia, yang diyakini terus memasok senjata demi perang melawan Ukraina.

Rusia dan Mongolia telah menjalin berbagai kerja sama pertahanan termasuk akuisisi senjata Rusia dan pelatihan ratusan personil militer.

Rusia menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada fisikawan Alexander Shiplyuk atas tuduhan pengkhianatan terhadap negara, khususnya terkait pengembangan rudal hipersonik.

Presiden Vladimir Putin mengklaim bahwa pasukan Rusia terus bergerak maju dengan cepat di Ukraina timur dan menguasai beberapa kilometer persegi per harinya.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa pihaknya siap untuk melakukan perundingan damai dengan Ukraina tetapi hal itu dirusak oleh serangan ke wilayah Kursk.

Kepala Angkatan Darat Ukraina mengungkapkan bahwa pasukan mereka telah berhasil menguasai hampir 1.300 kilometer persegi wilayah Kursk, Rusia sejak operasi pada 6 Agustus lalu.

Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Ukraina mencoba menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kursk, Rusia dalam serangan pada beberapa waktu lalu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa serangan ke wilayah Kursk, Rusia bertujuan untuk menciptakan zona penyangga guna mencegah serangan lebih lanjut oleh Moskow.

Pejabat senior Rusia mengatakan bahwa serangan lintas batas Ukraina yang didukung senjata dari sekutu Barat telah memicu pecahnya perang global.