
TNI Siapkan Satgas Batalion Gerak Cepat untuk Misi Perdamaian di Kongo
Markas Besar TNI menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) Batalion Gerak Cepat (BGC) untuk misi perdamaian di Kongo di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Markas Besar TNI menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) Batalion Gerak Cepat (BGC) untuk misi perdamaian di Kongo di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus berkoordinasi dengan otoritas nasional dan badan penanggulangan bencana Kolombia untuk menyalurkan bantuan ke masyarakat yang terdampak gempa.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa operasi militer Israel di Jalur Gaza yang terus berlanjut membahayakan warga Palestina dan memperparah kondisi kemanusiaan.

Komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian yang sejalan dengan Undang-Undang Dasar tidak perlu dipertanyakan. Selama hampir 70 tahun, komitmen ini dijalankan dan kini Indonesia menjadi salah satu negara terbesar yang menyumbangkan pasukan penjaga perdamaian di bawah naungan PBB.

Insiden pertama terjadi pada 29 Maret 2026, ketika serangan artileri menghantam posisi kontingen Indonesia di Kota Adshit alQusyar, Lebanon Selatan. Akibatnya, satu prajurit gugur dan tiga lainnya luka-luka. Kemudian dalam 24 jam, insiden kedua menyusul pada 30 Maret 2026 ketika sebuah ledakan menghantam konvoi kendaraan UNIFIL di dekat Bani Hayyan, menyebabkan dua prajurit TNI gugur dan dua lainnya terluka. Pasukan TNI kembali menjadi sasaran pada insiden ketiga yang terjadi pada 3 April 2026, ketika sebuah ledakan terjadi di dalam pos UNIFIL di El Adeisse yang melukai tiga anggota TNI.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres menyerukan tata kelola global yang inklusif untuk Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, teknologi itu harus dibentuk dan dikelola oleh semua negara, bukan hanya segelintir pihak.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mempercepat langkah untuk memastikan Indonesia tidak kehilangan momentum strategis dalam penandatanganan United Nations Convention against Cybercrime (UN Convention against Cybercrime).

Ketika membahas misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), banyak orang membayangkan prajurit yang berpatroli di daerah konflik. Namun, keberhasilan sebuah misi perdamaian tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kemampuan membangun komunikasi, menjaga kepercayaan publik, dan menyampaikan informasi secara akurat di tengah situasi yang penuh dinamika.

Aksi kilat Satgas Kizi TNI Konga Monusco menyelesaikan misi PBB menuai pujian dan penghargaan. Para prajurit kebanggaan Indonesia ini berhasil membangun fasilitas karantina Ebola hanya dalam waktu 3 hari dari target seharusnya minimal 10 hari.

Sebanyak 175 prajurit TNI menerima baret biru pasukan perdamaian setelah menyelesaikan pendidikan pratugas atau pre-deployment training selama lebih dari satu bulan.