
Lebih Dari 60.100 Warga Palestina Tewas akibat Konflik
Konflik Israel-Hamas di Gaza telah menewaskan sekitar 60.138 warga Palestina sejak Oktober 2023. Situasi juga semakin memburuk karena kekurangan makanan dan obat-obatan.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Konflik Israel-Hamas di Gaza telah menewaskan sekitar 60.138 warga Palestina sejak Oktober 2023. Situasi juga semakin memburuk karena kekurangan makanan dan obat-obatan.

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir mendesak agar negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) tidak mengeluarkan veto untuk mencegah keanggotaan penuh Palestina di PBB.

Kondisi kelaparan semakin meningkat bahkan mencapai titik kritis dan mengancam nyawa dua juta penduduk Palestina.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut langkah Israel yang memerintahkan militernya evakuasi paksa warga di wilayah Gaza tengah sangat membahayakan Palestina.

Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) menyatakan ada peningkatan kekerasan yang dilakukan pemukim, dan pasukan keamanan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Perundingan gencatan senjata antara kelompok Hamas dan Israel terhambat, lantaran Israel bersikukuh mempertahankan pasukannya di wilayah Palestina.

Hamas menyetujui untuk membebaskan 10 sandera, sebagai bagian dari perundingan gencatan senjata jalur Gaza.

Serangan Israel terhadap jalur Gaza tak kunjung usai. Badan pertahanan sipil Gaza menyebut pasukan Israel menewaskan 25 orang pada hari Jumat (4/7), 12 korban di antaranya dari sekolah yang menampung pengungsi warga Palestina.

Kepala Hamas di Gaza, Khalil al-Hayya mengatakan bahwa pihaknya siap untuk melakukan perundingan "baru dan serius" untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata permanen.

Utusan Palestina untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengecam veto Amerika Serikat (AS) atas resolusi Dewan Keamanan yang menyerukan gencatan senjata segera dan bantuan kemanusiaan tanpa batas di Gaza.