Jakarta, IDM- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku kecewa atas sikap NATO terkait proposal keanggotan negaranya. Menurutnya, NATO telah memberikan keputusan yang “absurd” karena tidak memberi kepastian waktu terkait kapan Ukraina dapat bergabung dengan aliansi tersebut. Dilansir dari Twitter resmi Zelensky,…
Jakarta, IDM - Korea Utara (Korut) menembakkan sebuah rudal balistik jarak jauh ke arah Laut Timur Rabu (12/7). Peluncuran tersebut dilakukan di tengah agenda pertemuan antara Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol. Dilansir…
NATO mengatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan Ukraina untuk bergabung hanya ketika seluruh persyaratan telah terpenuhi. Keputusan itu diungkapkan sebagai bentuk komitmen dukungan NATO dan pintu terbuka lebar bagi Ukraina bergabung di masa depan.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan bahwa Ukraina belum siap untuk menjadi anggota NATO. Menurutnya, konflik dengan Rusia harus diakhiri sebagai syarat utama agar keanggotaan Ukraina dapat dipertimbangkan oleh aliansi pertahanan tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mendapatkan dukungan dari Turki untuk bergabung dengan aliansi pertahanan NATO. Zelensky pun berharap ia akan mendapat suara bulat dari seluruh anggota aliansi terkait proposal keanggotaannya tersebut.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Swedia harus menghentikan kelompok militan Kurdi yang beroperasi di negaranya. Menurutnya, Turki akan menyetujui keanggotaan Swedia di NATO jika isu tersebut berhasil diselesaikan.
Komandan militer Serbia mendesak NATO dan badan internasional lainnya untuk segera meningkatkan langkah-langkah konkrit dalam melindungi etnis Serbia di Kosovo. Menurutnya, organisasi internasional tersebut belum memenuhi kewajiban dan tugasnya dalam menyelesaikan konflik di Kosovo.
Pasukan penjaga perdamaian NATO khusus untuk Kosovo atau KFOR, menyatakan siap siaga untuk menghadapi kemungkinan pecahnya konflik antara Kosovo dengan Serbia yang menjadi semakin intens.
NATO memutuskan untuk fokus pada perlindungan jaringan pipa dan kabel bawah laut setelah insiden serangan terhadap pipa gas Nord Stream tahun lalu. NATO juga khawatir atas keamanan bawah laut itu di tengah konflik Rusia-Ukraina yang terus bergejolak.
Menteri Luar Negeri Swedia Tobias Billstorm mengatakan bahwa pihaknya telah memenuhi komitmen dalam memerangi kelompok teroris di negaranya, sebagai salah satu syarat untuk menjadi anggota Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO).