
Sembari Tunggu Keputusan PBB, TNI Siapkan Kandidat Pati Bintang 3 untuk Pimpin Misi Gaza
TNI menyiapkan beberapa kandidat perwira tinggi bintang tiga untuk memimpin misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

TNI menyiapkan beberapa kandidat perwira tinggi bintang tiga untuk memimpin misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina.

TNI AD pastikan akan menyiapkan batalion bantuan untuk misi di Gaza. Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono batalion ini punya misi khusus.

TNI AL menyiapkan sekitar 25 persen dari total 20.000 pasukan yang tengah dipersiapkan Indonesia untuk pengerahan misi perdamaian di Gaza. Dari porsi tersebut, matra laut mengerahkan sekitar 5.000 prajurit yang kini masuk tahap seleksi internal.

TNI AL menyiapkan tiga kapal bantu rumah sakit sebagai opsi pengerahan bila Indonesia mendapat mandat menjalankan misi kemanusiaan di Gaza.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, TNI akan menerjukan tim reconnaissance atau pengintai sebelum pasukan melaksanakan misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina.

TNI AL menyiapkan langkah awal bila Indonesia mengirim kontingen dalam misi kemanusiaan di Gaza. Sesuai instruksi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin, prajurit dengan spesialisasi kesehatan menjadi prioritas utama.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan sejumlah tantangan besar masih menghambat operasi kemanusiaan di Jalur Gaza, meskipun terdapat kemajuan sejak diberlakukannya gencatan senjata sebulan lalu.

Presiden RI Prabowo Subianto, menegaskan komitmen Indonesia dalam menjalankan peran kemanusiaan di dunia.

Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan TNI untuk menambah jumlah batalion kesehatan. Instruksi tersebut disampaikan setelah ia meninjau pesawat angkut baru Airbus A-400M/MRTT Alpha 4001 di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (3/11).

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membahas penguatan kerja sama pertahanan dengan Australia saat menerima kunjungan mantan Gubernur Jenderal Australia Jenderal (Purn) David John Hurley.