Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyerahkan bantuan kepada ahli waris 23 prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur akibat tanah longsor saat latihan di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi Markas Komando Korps Marinir (Mako Kormar), Jakarta Pusat, Rabu (18/2), untuk menyampaikan dukungan moril ke keluarga 23 prajurit Marinir.
Operasi besar-besaran pencarian prajurit Marinir korban longsor di Cisarua resmi berakhir. Tim Basarnas beserta pemerintah daerah memutuskan untuk menarik mundur personel dari lokasi kejadian setelah memastikan seluruh target pencarian telah terevakuasi dari timbunan material.
Kepastian identitas empat prajurit Marinir korban longsor Cisarua kini bergantung pada hasil uji laboratorium. Tim DVI Polri berpacu dengan waktu melakukan identifikasi DNA setelah sidik jari para korban tak lagi memungkinkan untuk dipindai akibat kondisi jenazah yang tidak utuh.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membuka kesempatan kepada keluarga/ahli waris prajurit Marinir TNI AL korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat untuk berkarier menjadi prajurit TNI AD.
Prajurit Marinir langsung tancap gas memulihkan kondisi Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, usai diterjang banjir. Tanpa buang waktu, pasukan ini menyulap lokasi bencana dengan membangun hunian sementara hingga menyambung kembali jembatan yang putus.
Prajurit Brigade Infanteri (Brigif) 1 Marinir terus mengasah naluri tempurnya dengan teknologi terbaru. Kali ini, pasukan baret ungu tersebut menjajal sistem penembakan mortir berbasis komputer alias mortir digital di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta, Senin (2/2).
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memberikan perhatian penuh terhadap nasib keluarga 23 Marinir yang menjadi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat. TNI AL menjamin masa depan anak-anak dari para prajurit tersebut.
TNI AL mempertebal kekuatan untuk mengevakuasi prajurit yang tertimbun longsor di Cisarua, Bandung Barat. Sebanyak 200 personel Marinir kini menyisir lokasi untuk mencari 19 orang yang masih hilang.
TNI AL mengerahkan teknologi drone thermal untuk mencari 23 prajurit Marinir yang tertimbun longsor di daerah latihan Pasirlangu, Cisarua, Jawa Barat. Langkah ini diambil karena alat berat sulit menembus lokasi kejadian.