Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) bersama lembaga pendidikan dari Singapura, yakni S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) menggelar forum diskusi yang membahas ketidakpastian kondisi geopolitik dan potensi ancaman di kawasan Indo-Pasifik.
Survei dari Litbang Kompas menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai masalah Laut Cina Selatan (LCS) berpotensi menimbulkan konflik teritori atau wilayah.
KRI Karotang-872 melaksanakan latihan menembak di perairan timur Pulau Lemukutan, Kalimantan Barat, Selasa (18/2). Wilayah ini merupakan perbatasan dengan Natuna dan Laut Cina Selatan.
Angkatan udara Filipina dan Amerika Serikat (AS) menggelar patroli gabungan di Laut Cina Selatan. Tindakan itu memicu kecaman dari Cina, yang juga menganggapnya dapat mengganggu stabilitas keamanan di kawasan.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, mengungkapkan pembagian wilayah tugas terhadap dua unit kapal patroli multiguna (PPA) dari Italia yang segera memperkuat armada TNI AL.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Guo Jiakun menegaskan bahwa pihaknya berhak untuk melakukan patroli di Laut Cina Selatan. Pernyataan itu diungkapkan untuk menanggapi kecaman Filipina terkait pengerahan 'ilegal' kapal Penjaga Pantai Cina.
Cina menyebut Filipina telah "memprovokasi masalah" di Laut Cina Selatan dengan dukungan Amerika Serikat (AS), tuduhan yang menambah ketegangan antara kedua negara tersebut.
Ketegangan yang berkembang di Laut Cina Selatan, dengan klaim wilayah yang tumpang tindih dan sumber daya alam yang melimpah, telah menjadi ujian bagi diplomasi Indonesia. Sebagai negara dengan posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik, Indonesia harus mengadopsi pendekatan diplomatik yang fleksibel dan hati-hati untuk menjaga keseimbangan antara mempertahankan kedaulatan dan mendukung stabilitas kawasan.
Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-71 melaksanakan latihan peran layar di atas KRI Bima Suci, saat kapal tersebut melintasi Laut Cina Selatan dalam pelayaran menuju Filipina, Sabtu (12/10).
Cina kembali mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang menimbulkan masalah di Laut Cina Selatan, perairan yang menjadi hotspot konflik dengan Filipina selama beberapa bulan terakhir.