Pemudik berada di dalam KRI Semarang-594 saat mengikuti program Mudik Gratis Bersama TNI AL di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (15/3). Program mudik gratis menggunakan kapal perang TNI Angkatan Laut tersebut memberangkatkan sebanyak 1.239 pemudik dengan tujuan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
TNI AL mencatat sejarah baru dalam program mudik gratis tahun ini dengan membuka rute mudik menggunakan kapal perang dari Jakarta menuju Bangka Belitung.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengalungkan kartu tanda peserta kepada siswa yang mengikuti kegiatan Pesantren Kilat Ramadan di KRI Semarang-594 di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Rabu (11/3).
Kesuksesan pesantren kilat Ramadan di atas KRI Semarang-594 memicu rencana besar TNI AL untuk memperluas jangkauan kegiatan religi tersebut hingga ke sejumlah pangkalan di daerah.
Pemandangan berbeda terlihat di dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara. Ratusan siswa hingga mahasiswa asal Jabodetabek tidak mendatangi masjid untuk pesantren kilat, melainkan menyerbu geladak kapal perang KRI Semarang-594.
KRI Semarang-594 milik TNI AL sandar di Belawan, Sumatra Utara, Jumat (26/12), membawa berbagai bantuan kemanusiaan untuk korban bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat.
KRI Semarang-594 tiba di Padang, Sumatra Barat dan langsung menurunkan logistik bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak bencana di wilayah tersebut, Sabtu (6/12). Kapal itu bergerak ke Padang setelah menuntaskan debarkasi bantuan di wilayah Nias sehari sebelumnya.
KRI Semarang-594 bertolak dari Pelabuhan Gilimas, Mataram, pada Rabu (20/8), untuk melanjutkan etape pelayaran muhibah dan diplomasi Kartika Jala Krida (KJK) 2025 ke Bitung.
Setelah KRI Bima Suci lebih dulu berlayar membawa misi diplomasi dan latihan taruna, kini giliran KRI Semarang-594 yang resmi bertolak dari Tanjung Priok, Jakarta, Senin (11/8).