
Korut Kembali Bantah Tuduhan Pasok Senjata ke Rusia
Korea Utara (Korut) membantah tuduhan negara-negara Barat yang menyebut bahwa pihaknya telah memasok senjata ke Rusia dan digunakan dalam perang melawan Ukraina.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Korea Utara (Korut) membantah tuduhan negara-negara Barat yang menyebut bahwa pihaknya telah memasok senjata ke Rusia dan digunakan dalam perang melawan Ukraina.

Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un meninjau sistem rudal taktis baru dan menyerukan “perubahan penting” dalam persiapan perang dengan mewujudkan rencana produksi alutsista.

Korea Utara (Korut) mengecam upaya komunitas internasional untuk menerapkan resolusi sanksi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) terhadapnya karena dianggap telah memicu ketidakstabilan di kawasan.

Korea Utara (Korut) mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengerahkan sistem peluncur roket ganda 240mm baru di tahun ini, yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan tempur artileri negara tersebut.

Rusia menolak tuduhan Barat yang mengatakan bahwa mereka telah mengirim sejumlah persenjataan ke Korea Utara (Korut) dan menegaskan hubungan antara keduanya tidak ditujukan terhadap negara ketiga atau mengancam keamanan di kawasan.

Tim pemantau sanksi PBB melaporkan bahwa puing-puing sebuah rudal yang mendarat di Kota Kharkiv, Ukraina pada tanggal 2 Januari berasal dari rudal balistik seri Hwasong-11 Korea Utara (Korut).

Korea Utara (Korut) mengecam Amerika Serikat (AS) karena mengirimkan rudal taktis jarak jauh ATACMS ke Ukraina untuk digunakan menghadapi Rusia.

Korea Utara (Korut) kembali melakukan uji coba senjata baru buatan lokal dalam upaya meningkatkan pertahanan. Kali ini, Korut menguji peluncur roket ganda berukuran 240 milimeter, yang juga diawasi langsung oleh Presiden Kim Jong Un.

Korea Utara (Korut) mengklaim berhasil menggelar latihan taktis serangan balik nuklir untuk pertama kalinya, yang melibatkan peluncur roket ganda berukuran super besar dan diawasi langsung oleh Presiden Kim Jong-un.

Korea Utara (Korut) mengklaim telah berhasil melakukan uji coba kekuatan “hulu ledak super besar” untuk rudal jelajah strategis dan uji coba rudal anti-pesawat pada beberapa waktu lalu.