
Pantau Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza, AS akan Kirim 200 Pasukan
Amerika Serikat (AS) akan mengerahkan sekitar 200 tentara ke Israel untuk membantu mendukung dan memantau kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Amerika Serikat (AS) akan mengerahkan sekitar 200 tentara ke Israel untuk membantu mendukung dan memantau kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Kabinet Israel dan Parlemen (Knesset) meratifikasi kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan dengan Hamas pada Jumat (10/10).

Israel dan Hamas menyepakati tahap pertama gencatan senjata di Gaza dan pertukaran tawanan, berdasarkan proposal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Hamas menyatakan siap mencapai kesepakatan untuk akhiri konflik di Gaza, berdasarkan proposal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, Hamas menuntut jaminan komitmen Israel.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengecam keras tindakan genosida yang terus dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.

Delegasi dari Israel dan Hamas telah melakukan negosiasi tidak langsung di Mesir kemarin, dan akan berlanjut pada Selasa (7/10). Perundingan ini berfokus pada proposal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai perdamaian Gaza.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengecam adanya blokade kapal Global Sumud Flotilla oleh Israel yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza. Menurutnya, Israel telah melanggar hukum humaniter internasional.

Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal alias Deng Ical, mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menangkap armada Global Sumud yang tengah membawa bantuan untuk rakyat Palestina di Gaza.

Anggota Komisi I DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, menyoroti tindakan represif Israel yang semakin gencar melakukan penyerangan terhadap armada Global Sumud Flotilla.

Israel secara resmi memberlakukan blokade laut terhadap Gaza sejak 2009 dengan alasan mencegah penyelundupan senjata.