
Pertama Kali, Kapal Perang Kerajaan Inggris HMS Tamar Bersandar di Jakarta
Kapal Perang Angkatan Laut Inggris His Majesty's Ship (HMS) Tamar bersandar di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok pada Rabu (17/6).
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Kapal Perang Angkatan Laut Inggris His Majesty's Ship (HMS) Tamar bersandar di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok pada Rabu (17/6).

Inggris dan Prancis akan menggelar pertemuan dengan otoritas militer dari lebih dari 30 negara di Inggris, untuk merumuskan strategi guna membuka kembali Selat Hormuz.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan bahwa negaranya tidak mendukung blokade atas kapal-kapal Iran yang keluar maupun masuk Selat Hormuz. Ia menekankan, prioritas Inggris adalah membuka kembali selat itu untuk menurunkan harga sumber daya energi khususnya gas dan minyak bumi.

Inggris bersama puluhan negara lainnya sepakat menjajaki pemberlakuan sanksi untuk menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz.

Inggris akan menggelar pertemuan secara daring dengan 35 negara pada Kamis (2/4). Tujuannya untuk membahas langkah membuka kembali Selat Hormuz, yang telah dibatasi oleh Iran karena konflik dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa setiap upaya untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung dengan AS-Israel harus mencakup jaminan guna mencegah serangan kembali terjadi.

Inggris akan meningkatkan jumlah pasukan bersenjata di Norwegia dalam kurun waktu tiga tahun ke depan sebagai bagian dari upaya untuk menghadapi ancaman Rusia di Arktik.

Presiden Cina Xi Jinping dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sepakat untuk menjalin Kemitraan Strategis Komprehensif dalam jangka panjang dan konsisten.

Situasi geopolitik dunia yang kian memanas dan penuh ketidakpastian menuntut Indonesia memiliki strategi pertahanan adaptif. Merespons hal ini, Universitas Pertahanan (Unhan) menggandeng kampus top Inggris, King’s College London, untuk meracik strategi pertahanan masa depan.

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Inggris dinilai sebagai langkah diplomatik yang strategis dan relevan dengan dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.