Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan serangan udara yang menghancurkan pusat kendali darat pesawat nirawak milik militan Houthi di Yaman.
Amerika Serikat (AS) kembali menembak rudal anti-kapal Houthi yang akan diluncurkan ke Teluk Aden. Tindakan itu diklaim sebagai bentuk membela diri dan menjaga pertahanan.
Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengatakan bahwa serangan negaranya terhadap fasilitas militer Houthi di Yaman merupakan tindakan bela diri pada beberapa waktu lalu.
Kelompok militan Houthi Yaman telah berulang kali melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersil di Laut Merah. Houthi beralasan, kapal-kapal yang menjadi target itu berafiliasi atau menuju ke Israel.
Amerika Serikat (AS) dan Inggris mengatakan bahwa kapal perang mereka telah menembak jatuh total 15 drone di Laut Merah. Drone itu diluncurkan oleh militan Houthi dan menargetkan kapal-kapal yang berlayar menuju Israel.
Ketua komite kelompok militan Houthi di Yaman, Mohamed Ali al-Houthi memperingatkan kapal-kapal kargo di Laut Merah untuk tidak melakukan pelayaran menuju Israel, usai mengklaim telah melakukan serangan udara terhadap sebuah kapal tanker komersial pada beberapa waktu lalu.
Militan Houthi Yaman disebut telah menargetkan sejumlah kapal komersil sekutu Amerika Serikat (AS) dengan drone maupun rudal di Laut Merah pada beberapa waktu lalu. Kapal itu disebut berkaitan dengan Israel.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pat Ryder mengatakan bahwa kapal perusak USS Carney berhasil mencegat tiga rudal jelajah dan beberapa drone yang diluncurkan oleh militan Houthi dari Yaman. Kelompok yang bersekutu dengan Iran itu diduga menargetkan Israel.