Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza akan tetap berjalan meskipun terjadi serangan udara terbaru dari Israel.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio memperingatkan bahwa Israel dapat merusak kesepakatan gencatan senjata Gaza jika menganeksasi wilayah Tepi Barat, Palestina.
Israel mengatakan bahwa Hamas telah mengembalikan jasad dua tawanan lainnya berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 11 Oktober lalu.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata di Gaza masih berlaku meskipun Israel berulang kali melancarkan serangan yang telah menewaskan puluhan orang di wilayah tersebut.
Hamas membantah tuduhan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Deplu AS) yang mengatakan bahwa kelompok militan Gaza itu berencana melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Israel.
Afghanistan dan Pakistan sepakat gencatan senjata setelah pecahnya konfrontasi di perbatasan. Kesepakatan ini dicapai melalui perundingan yang dimediasi oleh Qatar dan Turki.
Badan Pangan Dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa (WFP) menyatakan bahwa sekitar 560 ton makanan didistribusikan setiap harinya ke Gaza sejak gencatan senjata berlaku pada 11 Oktober lalu. Namun, jumlah itu masih kurang untuk memenuhi kebutuhan para penduduk.
Hamas menegaskan komitmen terhadap kesepakatan gencatan senjata dengan Israel di tengah tuduhan telah melakukan pelanggaran. Kelompok itu menyatakan sedang berupaya untuk menyerahkan semua jenazah tawanan Israel dan prosesnya akan memakan waktu.