
Rusia Sebut Ukraina Melakukan 23.800 Pelanggaran Gencatan Senjata
Kementrian Pertahanan (Kemhan) Rusia menyebut bahwa Ukraina telah melakukan pelanggaran sebanyak 23.802 kali selama gencatan senjata tiga hari pada 9-11 Mei.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Kementrian Pertahanan (Kemhan) Rusia menyebut bahwa Ukraina telah melakukan pelanggaran sebanyak 23.802 kali selama gencatan senjata tiga hari pada 9-11 Mei.

ASEAN menyerukan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menahan diri dari saling serang dan menciptakan kondisi kondusif selama gencatan senjata menuju solusi damai.

Rusia dan Ukraina telah mengumumkan gencatan senjata. Namun, keduanya menetapkan tanggal yang berbeda untuk gencatan senjata tersebut.

Komando Pusat AS (US CENTCOM) mengatakan bahwa pihaknya akan meluncurkan misi yang mendukung kapal komersil untuk bebas melintasi Selat Hormuz di tengah gencatan senjata dengan Iran.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pihaknya tengah menghubungi delegasi Amerika Serikat (AS) guna mengklarifikasi rincian proposal gencatan senjata jangka pendek yang diusulkan Rusia.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Israel dan Lebanon telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu setelah perundingan di Gedung Putih pada beberapa waktu lalu.

Lebanon akan meminta Israel untuk berhenti merobohkan rumah warga di desa Lebanon Selatan, yang diduduki Israel. Lebanon juga akan meminta Israel untuk gencatan senjata tambahan antara keduanya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran yang diperpanjang. Ia turut mendorong semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat merusak proses menuju perdamaian permanen.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata dengan Iran diperpanjang. Ia mengatakan, AS akan menunda segala jenis serangan untuk memberi waktu bagi Iran mengajukan proposal guna mengakhiri perang.

Gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) akan segera berakhir sesuai jadwal pada Selasa (21/4) malam waktu setempat atau Rabu (22/4) pagi WIB. Namun, kedua pihak belum mengonfirmasi terkait kemungkinan perundingan damai lanjutan.