
Di Tengah Rencana Gencatan Senjata Israel-Hamas, Gaza Masih Terus Dibombardir
Di tengah rencana gencatan senjata Israel dan Hamas, pesawat dan tank militer Israel terus menyerang Gaza utara dan selatan pada Selasa, (1/7).
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Di tengah rencana gencatan senjata Israel dan Hamas, pesawat dan tank militer Israel terus menyerang Gaza utara dan selatan pada Selasa, (1/7).

Pemerintah Mesir tengah berupaya merumuskan proposal kesepakatan baru untuk konflik Israel-Hamas termasuk gencatan senjata selama 60 hari di Gaza.

Pasukan Israel telah menahan kapal bantuan menuju Gaza, yang juga membawa 12 awak kapal termasuk aktivis Greta Thunberg dan Rima Hassan, anggota Parlemen Eropa asal Prancis.

Kepala Hamas di Gaza, Khalil al-Hayya mengatakan bahwa pihaknya siap untuk melakukan perundingan "baru dan serius" untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata permanen.

Utusan Palestina untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengecam veto Amerika Serikat (AS) atas resolusi Dewan Keamanan yang menyerukan gencatan senjata segera dan bantuan kemanusiaan tanpa batas di Gaza.

Amerika Serikat (AS) kembali memveto resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang menyerukan "gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen" di Gaza, sedangkan 14 negara anggota lainnya mendukung.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa situasi di Gaza kini menjadi yang terburuk sejak perang berkecamuk pada 2023, meskipun pasokan bantuan telah mulai dikirim secara bertahap usai blokade.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina atau UNRWA melaporkan bahwa masyarakat di Gaza sangat kekurangan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya. Bombardir Israel pun merusak sebagian besar fasilitas kesehatan yang dikelola PBB.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina atau UNRWA melaporkan bahwa serangan Israel yang berlangsung sejak 2023 telah menghancurkan 92% rumah warga Palestina di Gaza.

Israel mengatakan bahwa pihaknya akan melonggarkan blokade dan mengizinkan sejumlah makanan masuk ke Gaza guna menekan resiko bencana kelaparan meluas.