
Filipina Kecam 'Kapal Monster' Cina yang Memasuki ZEE
Filipina mengecam Cina karena telah melakukan hal ilegal dengan mengerahkan kapal penjaga pantai terbesarnya ke dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), yang juga melanggar prinsip kebebasan navigasi.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Filipina mengecam Cina karena telah melakukan hal ilegal dengan mengerahkan kapal penjaga pantai terbesarnya ke dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), yang juga melanggar prinsip kebebasan navigasi.

Sebuah drone bawah Laut (Unmanned Underwater Vehicle/UUV) yang ditemukan di lepas pantai Filipina Tengah pada akhir tahun lalu kemungkinan diluncurkan oleh kapal induk milik Cina.

Sebanyak 38 angkatan laut negara di dunia akan berpartisipasi dalam Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) di Bali, pada Februari 2025. Tiga negara di antaranya, yaitu Rusia, Cina, dan Amerika Serikat bakal mengirimkan kapal perang untuk terlibat latihan skala internasional yang digelar oleh TNI AL itu.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Serbia telah mengerahkan sistem rudal FK-3 buatan Cina untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara. Sistem canggih ini mencakup kendaraan komando, peluncur roket, radar, dan kendaraan logistik.

Sebuah drone bawah Laut (Unmanned Underwater Vehicle/UUV) yang diduga milik Cina ditemukan di lepas pantai Filipina Tengah dan dikhawatirkan "berpotensi menimbulkan implikasi terhadap keamanan nasional".

Kapal induk helikopter (LHD) dan dua unit fregat pengawal type 054A (Jiangkai II class) milik Angkatan Laut Cina, yaitu Plans Hainan (LHD 31), Plans Liuzhou (FFG 537), Plans Hengyang (FFG 568) sandar di Jakarta, sejak Selasa (24/12).

Cina mengecam Filipina karena sistem rudal 'Typhon' milik Amerika Serikat (AS) masih berada di negara itu usai mengoperasikannya dalam latihan gabungan. Pengerahan sistem itu disebut berpotensi menyebabkan perlombaan senjata di kawasan.

Cina menyebut Filipina telah "memprovokasi masalah" di Laut Cina Selatan dengan dukungan Amerika Serikat (AS), tuduhan yang menambah ketegangan antara kedua negara tersebut.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Joint Chief of Staff/JCS) mengatakan bahwa lima pesawat militer Cina dan enam Rusia memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara Korsel (South Korea Air Defense Identification Zone/KADIZ). Hal itu ditanggapi Korsel dengan mengirim pesawat tempur sebagai peringatan.

Pangkalan TNI AL (Lanal) Bintan berhasil mengamankan dua Warga Negara Asing (WNA) Cina dari Malaysia yang akan diselundupkan ke Batam, Kepulauan Riau.