Amerika Serikat (AS) telah menembak jatuh balon udara pengintai Cina yang diklaim mengincar situs militer. Jet tempur F-22 menembak balon ini hingga jatuh ke perairan sedalam 14 meter di lepas pantai Myrtle, Carolina Selatan.
Sebuah balon udara pengintai yang diduga milik Cina, terdeteksi terbang melintasi wilayah udara Amerika Serikat (AS). Namun, Kementrian Pertahanan AS memutuskan untuk tidak menembak jatuhnya karena dikhawatirkan puing-puing tembakan dapat mengancam keselamatan.
Angkatan Udara Cina telah memutuskan untuk pensiunkan seluruh jet tempur legendaris Chengdu J-7 (Jian-7) di tahun ini. Sebagai bagian dari modernisasi alutsista Cina, J-7 telah dipensiunkan secara bertahap sejak 2018.
Pemerintah Australia memutuskan untuk menambah ranjau laut untuk melindungi pelabuhan di beberapa kota. Rencana pembelian ini dinilai penting untuk segera di realisasikan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas postur militer Cina yang berkembang di kawasan Pasifik.
Rusia dan Cina akan menggelar Latma Angkatan Laut dengan Afrika Selatan selama sepuluh hari di Samudra Hindia. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kapabilitas sekaligus memperkuat hubungan antar negara.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana membentuk satu unit baru Korps Marinir Litoral yang ditempatkan di Provinsi Okinawa, Jepang selatan. Unit itu dirancang guna merespons ancaman militer terhadap pulau-pulau terpencil di wilayah tersebut.
Taiwan mengecam tindakan Cina yang melakukan latihan militer di sekitar wilayahnya, Senin (9/1). Selama kurang dari satu hari, Kementerian Pertahanan Taiwan mengklaim telah mendeteksi 57 pesawat Cina.
Cina dan Filipina sepakat untuk membentuk saluran komunikasi langsung antar Kementrian Luar Negeri untuk mengatasi perselisihan secara damai terkait Laut Cina Selatan. Kesepakatan ini diraih saat Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. berkunjung menemui Presiden Cina Xi Jinping di Beijing pada Rabu, (4/1).
Filipina dan Cina akan menjalin komunikasi langsung antara kementrian luar negeri dalam membahas wilayah yang memiliki klaim tumpang tindih. Hasil dari kesepakatan nanti diharapkan dapat menghindari konflik yang tidak diinginkan.
Rusia dan Cina telah sukses menggelar Latma Militer Naval Interaction 2022 di Laut Cina Timur, Selasa (27/12). Latma ini merupakan bentuk dari kerja sama yang di perkuat antara kedua negara untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Kawasan Asia Pasifik.