Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau OCHA mengatakan bahwa skala kebutuhan di Jalur Gaza begitu besar sehingga butuh ratusan truk pembawa pasokan bantuan masuk setiap hari demi atasi kelaparan.
Juru bicara PBB Farhan Haq mengungkapkan bahwa 100 warga Gaza tewas saat berusaha mendapatkan pasokan makanan selama dua hari terakhir di tengah gempuran militer Israel.
Konflik Israel-Hamas di Gaza telah menewaskan sekitar 60.138 warga Palestina sejak Oktober 2023. Situasi juga semakin memburuk karena kekurangan makanan dan obat-obatan.
Mesir, Yordania, dan Uni Emirat Arab (UEA) kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui udara ke Jalur Gaza pada beberapa waktu lalu, guna menekan kelaparan akibat agresi Israel terhadap masyarakat di wilayah tersebut.
Kantor HAM PBB mencatat ada 798 kematian di Gaza dalam enam minggu terakhir di sekitar titik distribusi bantuan yang dijalankan sebuah organisasi Amerika Serikat (AS) yang didukung Israel sejak mulai beroperasi pada akhir Mei lalu.
Prancis, Jerman, dan Inggris mengecam Israel karena telah memblokade akses masuk bantuan kemanusiaan ke Gaza. Mereka menyerukan Israel dan Hamas segera menerapkan gencatan senjata.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan memimpin Gelar Kesiapan Operasi Bantuan Kemanusiaan Luar Negeri, untuk korban terdampak gempa bumi di Myanmar dan Thailand. Kegiatan tersebut berlangsung di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, (31/3).
Otoritas Gaza mengatakan bahwa Israel telah sengaja menghambat masuknya pasokan tempat berlindung dan bahan bakar, yang melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Hamas.
Badan Kemanusiaan PBB atau OCHA mengatakan bahwa lebih dari 630 truk yang membawa bantuan kemanusiaan telah disalurkan untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza pada hari kedua gencatan senjata Hamas-Israel.