Biro Investigasi Federal AS (FBI) menangkap terduga pelaku pembocoran dokumen perang rahasia Amerika Serikat (AS) secara daring di beberapa platform media sosial. Tersangka itu bernama Jack Douglas Teixeira (21), seorang anggota Garda Nasional Udara AS.
Cina memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Filipina yang menggelar latihan militer bersama di sekitar Kawasan Laut Cina Selatan. Disebutkan bahwa aliansi pertahanan kedua negara tersebut tidak boleh membahayakan keamanan territorial Cina yang akan memicu konflik di kawasan.
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon menaruh perhatian penuh untuk menyelidiki kebocoran dokumen rahasia karena dianggap akan menimbulkan risiko serius terhadap keamanan negara. Sebagian informasi rahasia itu mencakup data perihal analisis kekuatan pasukan Ukraina dan rencana bantuan militer.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon melakukan penyelidikan terkait tersebarnya tangkapan layar (screenshots) yang diduga memuat dokumen rahasia tentang Ukraina di Telegram dan Twitter. Dokumen tersebut memuat informasi perang maupun rencana bantuan militer dan kekuatan pasukan Ukraina.
Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel) dan Jepang mengungkapkan kekhawatiran atas aktivitas siber Korea Utara (Korut) yang semakin meningkat. Tindakan siber tersebut, diduga merupakan bagian dari strategi Korut untuk mengembangkan program nuklir.
Cina memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) telah mengancam perdamaian regional dalam kesepakatan terkait memperluas akses pasukan ke pangkalan militer di Filipina. Kesepakatan tersebut akan membuat AS beroperasi dan berpatroli di pulau dekat Laut Cina Selatan.
Hasil pemeriksaan terhadap puing-puing balon pengintai Cina yang di tembak jatuh pada awal Februari lalu mengungkapkan bahwa balon tersebut mampu menangkap dan mengumpulkan informasi intelijen dari beberapa situs militer di Amerika Serikat (AS). Bahkan, balon yang sempat mengorbit selama beberapa hari itu diduga mampu mengirim data secara langsung atau realtime ke otoritas di Beijing.
Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS), dan Jepang memulai latihan anti-kapal selam di wilayah Semenanjung Korea pada Senin (3/4). Latihan selama dua hari ini dilakukan untuk menghadapi ancaman nuklir dan rudal Korea Utara (Korut) yang semakin meningkat.
Cina kembali mengecam langkah Australia, Inggris dan Amerika Serikat (AS) yang meningkatkan kerja sama melalui AUKUS. Pakta pertahanan tersebut dinilai akan merusak perdamaian dan stabilitas regional.
Amerika Serikat (AS) menuding Rusia sedang mencari tambahan senjata maupun amunisi dari Korea Utara (Korut). Persenjataan itu akan digunakan Rusia dalam konfliknya di Ukraina.