
AS Kirim Bantuan Militer Tambahan Senilai $ 400 Juta ke Ukraina
Amerika Serikat (AS) kembali mengirimkan bantuan militer pada Ukraina senilai $ 400 juta, Kamis (10/11). Bantuan ini menunjukkan komitmen kontribusi AS terhadap pertahanan Ukraina.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Amerika Serikat (AS) kembali mengirimkan bantuan militer pada Ukraina senilai $ 400 juta, Kamis (10/11). Bantuan ini menunjukkan komitmen kontribusi AS terhadap pertahanan Ukraina.

Korea Utara (Korut) membantah klaim Amerika Serikat (AS) bahwa mereka mengirim pasokan senjata ke Rusia, Selasa (8/11). Korut menganggap klaim AS tersebut tidak mendasar dan bertujuan untuk membentuk citra negatif Korut di mata internasional.

Sistem Pertahanan Udara NASAMS telah tiba di Ukraina untuk memperkuat militer negara itu melawan invasi Rusia. Informasi tersebut terungkap dari cuitan Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov di akun twitter-nya, Senin (7/11). Ini merupakan kelanjutan dari tawaran AS untuk membantu pertahanan udara Ukraina setelah beberapa kota dihujani rudal dan pesawat nirawak Rusia.

Korea Utara (Korut) mengecam latma militer AS dan Korsel dan ancam akan melakukan tindakan militer tegas atas provokasi tersebut, Senin (7/11). Korut pun mengakui bahwa peluncuran rudal terbarunya merupakan simulasi serangan terhadap AS dan Korsel karena terus melakukan latma milliter di Wilayah Semenanjung Korea.

Jepang menggelar Parade Armada Angkatan Laut (AL) Internasional untuk pertama kalinya selama tujuh tahun di Teluk Sagami, Jepang, Minggu (6/11). Sejumlah kapal dari 12 negara ikut berpartisipasi sekaligus menunjukkan persatuan saat Korea Utara (Korut) menembakkan sejumlah rudal.

AS mengklaim bahwa Rusia telah bergantung pada senjata Iran dan khawatir bahwa Iran akan terus memasok senjata yang lebih canggih dalam kurun waktu dekat, Selasa (1/11).

Korea Utara (Korut) menuntut Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) untuk menghentikan latihan bersama (latma) militer, Senin (31/10). Korut menyebut latma tersebut sebagai provokasi yang dapat memancing tindakan lebih kuat dari Korut.

Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) menggelar latihan gabungan udara terbesar yang melibatkan hingga 240 jet tempur, Senin (31/10). Latihan ini dilakukan ditengah meningkatnya uji coba rudal Korea Utara (Korut) yang menyebabkan ketegangan di Semenanjung Korea.

Amerika Serikat (AS) berencana untuk mengerahkan enam pesawat bomber B-52 yang memiliki kemampuan nuklir ke pangakalan udara di Australia Utara, Senin (31/10). Hal ini dilakukan untuk menghadapi perkembangan kekuatan militer Cina di kawasan regional.

Jepang sedang mempertimbangkan pembelian rudal jelajah Tomahawk yang dikembangkan oleh Amerika Serikat (AS). Hal ini dilakukan dalam upaya pencegahan dan pertahanan Jepang ditengah ancaman dinamika global yang semakin berkembang.