TNI AL tengah bersiap menyambut kedatangan sejumlah alutsista baru yang jauh lebih canggih. Untuk menjamin kekuatan tempur tetap gahar, TNI AL mulai memperkuat fondasi logistik, mulai dari infrastruktur pangkalan hingga ketersediaan suku cadang.
TNI AL mempertegas langkah strategis untuk menjamin ketersediaan suku cadang kapal perang mereka. Melalui kebijakan 'anti-embargo', TNI AL memastikan setiap unit armada tempur Indonesia tetap beroperasi tanpa harus bergantung pada dinamika politik negara asing.
Helikopter Mil Mi-6 memiliki kisah tersendiri dalam perjalanan sejarah pesawat angkut berat di jajaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Udara (TNI AU).
TNI Angkatan Laut secara resmi menutup Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Latopshantai) T.A 2026 di Auditorium Gedung R. Sudomo JOPR Kodiklatal, Surabaya, Jawa Timur, Senin (23/2).
Perairan Laut Sawu, sebelah barat Kupang, NTT, menjadi saksi ketangguhan alutsista TNI AL. KRI Diponegoro-365 sukses menggelar latihan penyambutan atau passing exercise bersama kapal patroli Angkatan Laut Prancis, FS Auguste Bénébig, Selasa (17/2).
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan kekuatan udara tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga oleh disiplin personel dalam setiap tahapan tugas.
Deretan alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik Arhanud 21 Korpasgat menjadi pusat perhatian dalam rangkaian Press Tour Media Dirgantara 2026 di Yogyakarta. Kegiatan statik display yang digelar di satuan tersebut menampilkan berbagai sistem pertahanan udara andalan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam melindungi objek vital strategis nasional. Mulai dari sistem rudal jarak pendek hingga menengah, radar taktis, sampai kendaraan peluncur, seluruhnya dipamerkan sebagai representasi kesiapan operasional satuan.
Penguatan industri pertahanan nasional dinilai tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi terutama pada konsistensi kebijakan jangka panjang serta dukungan pembiayaan yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/2).
Peran pemerintah dalam memperkuat industri pertahanan dalam negeri dinilai semakin strategis di tengah dinamika geopolitik dan tuntutan kemandirian nasional. Industri pertahanan kini tidak lagi dipandang semata sebagai sektor belanja negara, melainkan sebagai instrumen strategis pembangunan nasional yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi, penguasaan teknologi, serta penguatan posisi Indonesia di kawasan.