Ratusan prajurit gabungan dari Yonzipur 5/ABW dan Yonzipur 10/JP Kostrad diberangkatkan menuju wilayah Aceh untuk membantu proses penanganan daerah terdampak bencana banjir melalui bandara Abdulrachman Saleh Malang, Jumat (19/12).
Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) membentuk Satuan Tugas Pengembangan dan Penerapan Teknologi Penjernihan Air untuk mendukung penanganan bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyatakan akan menambah jumlah personel TNI untuk mempercepat proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara dan Barat.
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan lima pesawat angkut untuk membantu penyaluran hasil pertanian dari Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Provinsi Aceh pada beberapa waktu lalu.
Satuan Tugas (Satgas) Kemanusiaan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) melaksanakan pergeseran pasukan untuk misi kemanusiaan di sejumlah wilayah Sumatra dan Aceh.
Gladi apel gelar pasukan kembali digelar Yonzipur 10 Kostrad. Pada hari ketiga, briefing dilakukan Komandan Satgas, Letkol Czi Amito Surya Mutiara, mengenai penanggulangan bencana Aceh.
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui Satuan Peralatan Kodam Iskandar Muda (Paldam IM) membangun sumur bor guna membantu pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh pada beberapa waktu lalu.
TNI AL mengerahkan 310 prajurit Zeni Marinir untuk membantu mempercepat pemulihan pascabencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pasukan tersebut diberangkatkan sebagai bagian dari dukungan pemerintah dalam penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera.