Jakarta, IDM – The North Atlantic Treaty Organization (NATO) akan memperkuat pasukan wilayah timurnya usai Rusia melakukan operasi militer di wilayah Ukraina sejak Kamis lalu. NATO bagian timur akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak darurat sebagai tanggapan atas serangan Rusia terhadap Ukraina.
Dikutip dari The Washington Post, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebut aksi Rusia sebagai โTindakan perang yang brutal”, Jumat (25/2).
Jeans mengatakan pasukan NATO berencana untuk mengirim lebih banyak pasukan ke wilayah timur dalam beberapa hari dan minggu mendatang.
Jeans juga menambahkan NATO telah mengaktifkan rencana pertahanan untuk membantu memastikan bahwa tidak ada pertumpahan darah di negara anggota NATO mana pun. Tetapi dia tidak mengungkapkan apa arti kalimat tersebut.
“Rusia telah menyerang Ukraina. Perdamaian di benua kita telah hancur,” kata Stoltenberg di markas NATO, Brussels.
Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa dia telah mengizinkan pasukan tambahan untuk dikerahkan ke Jerman dan Polandia.
“Pasukan kami tidak dan tidak akan terlibat dalam konflik dengan Rusia di Ukraina. Pasukan kami tidak pergi ke Eropa untuk berperang di Ukraina, tetapi untuk membela sekutu NATO kami,” katanya dalam pidato di Gedung Putih.
“Amerika Serikat akan mempertahankan setiap inci wilayah NATO dengan kekuatan penuh kekuatan Amerika. Kabar baiknya adalah, NATO lebih bersatu dan bertekad dari sebelumnya,” tegas Biden.
Pernyataan itu menyusul pertemuan luar biasa anggota NATO dan permintaan resmi pejabat di delapan negara Eropa Timur dan Baltik, termasuk Polandia dan Estonia, untuk mengadakan konsultasi keamanan berdasarkan Pasal 4 perjanjian pendirian NATO tahun 1949.
Pada hari Kamis, Stoltenberg mengatakan jika tidak ada pasukan tempur NATO di Ukraina sama sekali dan menekankan bahwa NATO tidak berniat mengerahkan pasukan NATO untuk berperang di Ukraina.
Serangan hari Kamis menurut Stoltenberg dapat mengubah keseimbangan kekuatan jangka panjang di Eropa dan secara dramatis mengubah hubungan NATO dengan Moskow.
โKami tidak memiliki semua jawaban hari ini, tetapi akan ada kenyataan baru, ini akan menjadi Eropa baru setelah invasi yang kita lihat hari ini,โ ungkapnya. (ADT)