Jakarta, IDM โย Beberapa hari yang lalu sebuah upacara peringatan Serangan Umum Empat Hari Kota Surakarta di gelar di Lapangan upacara Korem 074/Warastratama, Surakarta.
Dilansir dari keterangan Penkostrad, Senin, (12/8) Serangan Umum 4 Hari Kota Surakarta merupakan sebuah momentum sejarah penuh makna bagi masyarakat Surakarta. Pada tanggal 7-10 Agustus 1949, masyarakat Solo berhasil merebut kota Solo dari kekuasaan Belanda. dibawah kepimpinan Letkol Slamet Riyadi dan Mayor Ahmadi Hadisoemarto dari Brigade 17 TNI.
Baca Juga:ย KRI Bima Suci Lanjutkan Pelayaran dari Singapura ke Kamboja
Selaku Inspektur Upacara Walikota Surakarta Teguh Prakosa memberikan amanat bahwa peringatan ini memiliki nilai yang lebih, bahwa tak hanya mengenang dan mengingat semangat para pahlawan saja.
“Upacara dalam rangka Peringatan Serangan Umum 4 hari di Kota Solo merupakan sebuah momentum dalam mempertahankan eksistensi bangsa yang merdeka,” katanya.
Baca Juga: Panglima TNI: Bapakku Tentara Tamtama TNI AD dengan Kendaraan Sepeda Ontel
Ia mengisahkan bahwa serangan ini sebagai sebuah fenomena sejarah yang belum pernah terjadi di negara manapun, dimana para pelajar yang masih dibangku sekolah, dan rata-rata masih belia dan berusia belasan tahun, ternyata sanggup dan mampu memporak-porandakan sekaligus mengalahkan tentara sekutu.
“Semangat perjuangan dan rela berkorban inilah yang harus dilestarikan dan ditindaklanjuti oleh para pelajar khususnya dan generasi penerus bangsa,” ujarnya. (rr)