Jakarta, IDM – Otoritas Amerika Serikat (AS) menyebut bahwa salah satu tentaranya telah ditahan oleh Korea Utara (Korut) karena melintasi perbatasan tanpa izin. Kejadian itu dikhawatirkan dapat memperburuk hubungan antara AS dan Korut yang sedang bersitegang selama beberapa bulan terakhir.
Dilansir dari CNN, Kamis (20/7), juru bicara US Forces Korea Kolonel Isaac Taylor mengatakan tentara yang ditahan Korut itu bernama Travis King dengan pangkat Private 2nd Class (PV2) di Angkatan Darat.
Baca Juga:ย Korut Luncurkan Dua Rudal Balistik Setelah Kapal Selam AS tiba di Korsel
Sebelumnya, King telah menghabiskan 50 hari di fasilitas penahanan di Korea Selatan (Korsel) atas tuduhan penyerangan saat bertugas. Kemudian, King seharusnya kembali ke AS tetapi malah mengabaikan perintah dan pergi untuk bergabung dengan tur ke Zona Demiliterisasi Korea.
Lebih lanjut, Taylor menjelaskan bahwa King telah secara sengaja melanggar perintah dan melintasi tanpa izin zona penyangga antara Korsel dan Korut. Kini, Pentagon berupaya menyelesaikan dan membawa pulang King.
Baca Juga:ย AS Tuduh Rusia Berencana Serang Kapal Pengangkut Biji-bijian di Laut Hitam
“Kami yakin, dia (King) saat ini berada dalam tahanan Korut. Kami sedang bekerja dengan rekan kami (otoritas Tentara Korut) untuk menyelesaikan insiden ini,” kata Taylor.
Namun, Taylor tidak memberikan penjelasan merinci perihal bagaimana dan apa alasan King hingga akhirnya memutuskan untuk bergabung dalam tur tersebut.
Zona Demiliterisasi Korea sendiri dibentuk pada akhir Perang Korea pada tahun 1953 dan telah menjadi salah satu perbatasan yang paling dijaga ketat di dunia. Zona ini dikelilingi oleh ranjau darat dan kawat berduri yang membentang puluhan kilometer dan dipatroli oleh tentara dari kedua sisi. (bp)