Jakarta, IDM โย Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol memperingatkan bahwa kerja sama militer dan perdagangan senjata antara Korea Utara (Korut) dan Rusia merupakan ancaman bagi perdamaian global yang tidak boleh dibiarkan.
โKorea Utara mengancam perdamaian tidak hanya di semenanjung Korea tetapi juga secara global dengan terlibat dalam perdagangan senjata ilegal dengan Rusia,โ kata Yoon saat bertemu otoritas militer Amerika Serikat (AS) di Hawai, melansir Reuters, Rabu (10/7).
Baca Juga:ย Israel Kembali Serang Gaza, Hamas: Hambat Perundingan Gencatan Senjata
Kunjungan Yoon tersebut berlangsung sebelum ia dijadwalkan untuk menghadiri pertemuan puncak NATO, mewakili salah satu dari empat mitra Asia-Pasifik. Menurutnya, stabilitas keamanan semakin terganggu usai Korut menandatangani perjanjian dengan Rusia pada bulan lalu.
โUntuk melindungi kebebasan dan demokrasi serta kemakmuran ekonomi kita dari unsur-unsur yang ceroboh ini, solidaritas antar negara yang memiliki nilai-nilai dan kekuatan yang sama sangatlah penting,” imbuhnya.
Baca Juga:ย Hadapi Ancaman Regional, Jepang Tekankan Pentingnya Kerja Sama dengan NATO
Peringatan Yoon terkait ancaman yang ditimbulkan dari kerja sama militer Rusia dan Korut itu bukanlah yang pertama kalinya. Bersama AS, Korsel meyakini bahwa Korut telah memasok artileri dan rudal balistik ke Rusia untuk digunakan di Ukraina. Namun, tuduhan itu dibantah oleh keduanya. (bp)