Jakarta, IDM โ Dalam kurun waktu dua minggu terakhir, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan tujuh pejabat penting Hizbullah, termasuk komandan Hassan Nasrallah yang dikonfirmasi tewas pada Sabtu (28/9).
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari AP, Senin (30/9), Nasrallah menjadi pemimpin Hizbullah sejak 1992, setelah pendahulunya, Abbas al-Musawi tewas terbunuh dalam serangan helikopter Israel. Perintah pertamanya usai menjadi komandan adalah membalas kematian Musawi dengan serangan roket ke Israel.
Baca Juga: Israel Luncurkan Serangan Udara ke Pusat Kota Beirut, Hantam Bangunan Sipil
Di bawah kepemimpinan Nasrallah, Hizbullah bertransformasi menjadi pemain yang kuat di Lebanon dan mempererat hubungan dengan kelompok lain termasuk di Irak dan Yaman.
Selain Nasrallah, wakil kepala Dewan Pusat Hizbullah Nabil Kaouk juga dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel pada hari yang sama. Ia beberapa kali tampil di media dan secara umum diyakini sebagai calon penerus Nasrallah.
Ali Karaki, pejabat penting Hizbullah juga dilaporkan tewas bersama Nasrallah. Namun, tidak banyak yang diketahui tentang Karaki.
Mohammad Surour, kepala unit drone Hizbullah, tewas pada Jumat (27/9). Di bawah kepemimpinannya, Hizbullah berhasil menembus sistem pertahanan Israel dengan drone kamikaze.
Ibrahim Kobeissi, kepala unit rudal Hizbullah, tewas pada Rabu (25/9). Israel menuduh Kobeissi merencanakan penculikan dan pembunuhan tiga tentara Israel di perbatasan utara pada tahun 2000, yang jasadnya dikembalikan dalam pertukaran tahanan dengan Hizbullah empat tahun kemudian.
Baca juga: Kembali Serang Lebanon, Israel Klaim Tewaskan Komandan Unit Rudal Hizbullah
Ibrahim Akil, pemimpin Pasukan Radwan Hezbollah dikonfirmasi tewas pada Jumat (20/9). Ia masuk dalam daftar orang yang dicari oleh otoritas militer Amerika Serikat (AS) karena diklaim sebagai bagian dari kelompok yang melakukan pengeboman Kedutaan Besar AS di Beirut pada 1983.
Ahmad Wehbe, seorang komandan Pasukan Radwan dan memainkan peran penting dalam mengembangkan kelompok tersebut sejak dibentuk hampir dua dekade lalu. Ia tewas bersama Akil dalam serangan udara di Beirut. (bp)