Delegasi Militer China Kunjungi Kodam Udayana Bahas Hukum Militer

Jakarta, IDM – The Military Legislative Affairs Delegation of the Chinese People's Liberation Army (CPLA) mengunjungi Kodam IX/Udayana. Delegasi ini langsung disambut Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Muhammad Zamroni di Makodam IX/Udayana beberapa waktu lalu.
Rombongan delegasi CPLA berjumlah 8 orang yang dipimpin Major General Wang Ling yang juga merupakan Kepala biro hukum Central Military Commission (CMC).
Menurut Pangdam, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kunjungan Persahabatan Delegasi Urusan Legislatif Militer CPLA yang bertujuan untuk memperkuat hubungan diplomatik antara militer Indonesia dan militer China.
"Kami mengucapkan selamat datang kepada rombongan Delegasi CPLA, serta mengungkapkan apresiasi dan rasa bangga," kata Zamroni dikutip keterangan Pendam IX/Udayana.
Lebih lanjut dalam diskusi, Zamroni menyampaikan bahwa Institusi TNI khususnya TNI AD memiliki kecabangan yang khusus menangani permasalahan hukum yaitu korps hukum TNI AD. Dengan tugas pokok yaitu memberi bantuan hukum dan dukungan hukum serta perundang-undangan bagi Prajurit beserta keluarganya.
“Bantuan hukum diberikan kepada prajurit dan keluarganya yang sedang mengalami permasalahan hukum baik Pidana, Perdata, TUN (Tata Usaha Negara), maupun Agama. Kemudian dukungan hukum juga diberikan kepada prajurit dalam rangka menunjang tugas operasi dengan harapan tidak melakukan pelanggaran hukum,” jelas Zamroni.
Baca Juga: Panglima Angkatan Darat UEA Datangi KRI RJW-992, Ada Apa?
Sementara itu Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Agung Udayana dalam keterangannya menyampaikan bahwa dalam kunjungan yang dilakukan oleh Delegasi The Military Legislative Affairs Delegation of CPLA di Makodam IX/Udayana, salah satu fokus utama pembahasan adalah mengenai hukum militer.
"Pertemuan ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperdalam pemahaman bersama mengenai kerangka hukum militer yang efektif, dengan tujuan memperkuat kerja sama dalam menjaga ketertiban dan keamanan di kawasan," ujarnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































