Jakarta, IDM โ Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali bersama Plt. Sekjen Kementerian Pertahanan Marsdya Donny Ermawan membicarakan pembangunan kekuatan TNI AL di masa depan, Jakarta, Senin (23/9).
“Pertemuan tersebut membicarakan pembangunan kekuatan TNI AL di masa depan sesuai arahan dan komitmen dari Menteri Pertahanan sekaligus presiden terpilih Prabowo Subianto,” tulis keterangan Kadispenal I.M Wira Hady.
Baca Juga: Wakasau Ungkap Pentingnya Validasi Organisasi: Landasan TNI AU untuk Menghadapi Dinamika Tantangan
Pada awal September ini, Ali sempat mengungkapkan komitmen Prabowo dalam meningkatkan kekuatan TNI AL. Menurutnya, Prabowo sangat memahami Indonesia merupakan negara maritim. Adapun wilayah Indonesia adalah 70 persen lautan dan 30 persen daratan, memiliki lebih dari 17.000 pulau dengan garis pantai seluas 99.000 km.
“Presiden terpilih bapak Prabowo sudah berjanji akan meningkatkan kekuatan TNI AL, karena kita negara maritim, maka angkatan lautnya harus kuat. Demikian beliau berpesan,” kata Ali di Jakarta, Senin (2/9) lalu.
Baca Juga: Bakamla Temukan Korban Kapal Tenggelam di Perairan Kubu Raya
Penguatan tersebut, lanjutnya, ditunjukkan dengan banyak pengadaan alutsista yang dilakukan Prabowo untuk TNI AL.
“Terkait update pembangunan kekuatan TNI AL saat ini, presiden terpilih bapak Prabowo Subianto banyak sekali melakukan pengadaan dan akuisisi beberapa kapal baru,” sebutnya.
Ali mencontohkan, gebrakan Prabowo salah satunya meliputi rencana pengadaan kapal patroli multiguna atau Offshore Patrol Vessel (OPV) Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) dari Italia sebanyak 2 unit.
Baca Juga: Angkatan Laut Akan Libatkan 4.910 Prajurit pada HUT Ke-79 TNI
“Saat ini (kapal PPA) kontrak sudah, tinggal menunggu efektif. Mungkin dalam waktu dekat,” ungkap Ali.
Selain itu, dia juga menyampaikan rencana Prabowo untuk membeli alutsista baru, dalam hal ini kapal perang dari Eropa. “Selain (kapal OPV Italia) PPA, ada beberapa fregat juga dari sejumlah negara di Eropa dan beberapa peralatan perang dari negara-negara lain,” kata Ali. (at)