Jakarta, IDM โย Namanya Mbah Sarno (84), seorang veteran pejuang yang hidup di bangunan bekas kandang ayam di Dusun Susukan II, Desa Genjahan, Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Sejak ditinggal istrinya yang meninggal dan tanpa anak, ia hidup sebatang kara selama 15 tahun dan menderita sakit prostat.
Kisah Mbak Sarno ini pun viral di media sosial dan langsung mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah, Kementerian Sosial hingga Staf Kepresidenan yang membantu dengan uang tunai dan sembako.
Dilansir dari Pemdam Diponegoro, Rabu, (14/8) Mbah Sarno menceritakan telah berjuang di berbagai medan pertempuran seperti Sumatera, Sulawesi, pembebasan Irian Barat dalam misi Trikora, Kalimantan selama konflik dengan Malaysia, serta penumpasan G30S PKI di Blora.
Baca Juga:ย Wujudkan Zero Accident di TNI AU, Koharmatau Gelar Safety Workshop
Mbah Sarno mengenang salah satu insiden saat bertugas di Kalimantan, di mana sebuah mortir jatuh di samping tendanya namun tidak membuatnya gentar.
“Saat itu yang menjabat Komandan Kompi saya yaitu pak Syamsudin,” kenang Mbah Sarno.
Beberapa tahun ini ia sudah tak lagi menerima dana pensiun dan tunjangan veteran walaupun awal-awal sempat menerima selama 5 tahun.
Baca Juga:ย Sebanyak 6 Jabatan Strategis Jajaran Koarmada II Resmi Berganti
Sebagai bentuk tanggung jawab dan penghargaan atas jasa Mbah Sarno, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi akan memindahkannya ke tempat yang lebih layak dan mengurus hak pensiunnya.
Pangdam yang langsung melakukan kunjungan ke kediaman Mbah Sarno juga menyampaikan akan secepatnya membantu pengurusan segala bentuk Administrasi yang diperlukan dan memerintahkan pejabat staf Kodam terkait untuk mengawal prosesnya agar Mbah Sarno dapat menerima hak pensiun dan tunjangan Veteran RI sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kemarin saya sudah perintahkan Staf Kodam dan Tim dari Ajendam, mudah-mudahan tidak ada kendala dan dapat segera diperoleh segala tunjangan yang menjadi Hak dari Mbah Sarno,” ujar Pangdam. (rr)