Jakarta, IDM โย Filipina dan Singapura jajaki perjanjian pertahanan yang akan meningkatkan kerja sama militer, termasuk menggelar latihan gabungan untuk hadapi darurat kemanusiaan dan ancaman lainnya.
Dilansir dari AP, Rabu (24/7), Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro akan menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan dengan Singapura dalam waktu dekat. Namun, tidak dijelaskan rincian perjanjian tersebut.
Baca Juga:ย Jepang dan AS akan Bahas Upaya Meningkatkan Deterens Nuklir
Sejak ketegangan antara Cina dan Filipina meningkat di wilayah sengketa Laut Cina Selatan, pemerintahan Ferdinand Marcos Jr. telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kerja sama keamanan dengan sejumlah negara Asia maupun Barat.
Pada Senin lalu, Marcos juga menekankan bahwa Filipina tidak akan mundur dalam memperjuangkan teritorialnya yang tumpang tindih klaim dengan Cina. Namun, ia juga menegaskan komitmen untuk menggunakan cara damai dalam menyelesaikan perselisihan tersebut.
โDalam menghadapi tantangan terhadap kedaulatan wilayah kami, kami akan menegaskan hak dan kepentingan kami dengan cara yang adil dan damai seperti yang selalu kami lakukan,โ kata Marcos.
Baca Juga:ย Dorong Jumlah Tentara untuk Perang Lawan Ukraina, Gaji Tentara Kontrak Moskow Meningkat
Selain itu, Filipina juga telah memperluas kerja sama dengan Jepang melalui ‘Perjanjian Akses Timbal Balik (Reciprocal Access Agreement)’, yang mengizinkan keduanya untuk saling mengerahkan pasukan.
Filipina pun dilaporkan sedang mengadakan pembicaraan terpisah dengan Kanada, Selandia Baru dan Perancis mengenai perjanjian pertahanan serupa. (bp)