Jakarta, IDM โย Ukraina dan Rusia telah melakukan pertukaran tawanan perang untuk pertama kalinya dalam hampir empat bulan terakhir. Total sekitar 150 orang dibebaskan usai negosiasi yang dimediasi oleh Uni Emirat Arab.
“Sebagai hasil dari proses negosiasi, 75 prajurit Rusia yang berada dalam bahaya besar di penahanan telah dikembalikan dari wilayah yang dikuasai rezim Kyiv,” tulis Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia melalui Telegram, Jumat (31/5).
Baca Juga:ย Hamas Bersedia Sepakati Negosiasi Jika Israel Hentikan Perang
Lebih lanjut, Kemhan Rusia menyebut akan para prajurit yang dibebaskan itu ke Moskow untuk mendapat perawatan dan rehabilitasi di fasilitas medis yang telah disediakan. Mereka akan mendapat segala bantuan medis dan psikologis yang diperlukan.
Sementara, otoritas militer Ukraina mengatakan sebanyak 75 tawanan perang juga telah dipulangkan dari Rusia. Mereka merupakan pasukan militer dan empat warga sipil.
Baca Juga:ย Pererat Kerja Sama Militer, Rusia Gelar Latihan Udara dengan Belarusia
โSetelah jeda yang lama, pertukaran tahanan kembali terjadi: 75 pembela HAM dan warga sipil dibebaskan dari tawanan musuh,โ kata Komite Koordinasi Penanganan Tawanan Perang Ukraina dikutip dari Reuters.
Pada Februari lalu, Ukraina dan Rusia juga melakukan pertukaran sekitar 100 tawanan perang, yang juga dimediasi oleh Uni Emirat Arab. Saat itu, Kepala Direktori Intelijen Kemhan Ukraina Kyrylo Budanov melaporlam sebanyak 3.135 orang telah dikembalikan ke Ukraina. (bp)