Minggu, 6 April 2025

Bantah Temui Jalan Buntu, Zelensky: Ukraina Butuh Lebih Banyak Sistem Pertahanan Udara

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah bahwa perang dengan Rusia telah menemui jalan buntu dan mengatakan pihaknya butuh lebih banyak kerja sama dengan sekutu untuk memperkuat pertahanan udara.

Dilansir dari The Guardian, Senin (6/11), komentar itu muncul sebagai tanggapan atas pernyataan panglima tertinggi Ukraina, Jenderal Valery Zaluzhnyi, yang menyebut pergerakan Ukraina bersifat statis ketika Rusia terus pengirim pasukan.

Baca Juga: Israel Tolak Gencatan Senjata, Tuntut Pembebasan Sandera

“Hari ini waktu telah berlalu dan masyarakat sudah lelah. Namun ini bukan jalan buntu,” kata Zelensky usai bertemu Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Lebih lanjut, Zelensky mengakui adanya kesulitan dalam perang yang kini memasuki bulan ke-21. Sementara, pergerakan pasukan Ukraina memukul mundur Rusia berlangsung lebih lambat daripada yang diperkirakan.

Baca Juga: Turki Luncurkan Serangan Udara ke Belasan Markas Militan Kurdi di Irak Utara

Menurutnya, pasukan Ukraina tidak punya pilihan selain terus berjuang. Mereka kini membutuhkan lebih banyak dukungan dari sekutu barat, terutama sistem pertahanan udara.

Selama beberapa bulan terakhir, pasukan Ukraina mengalami kemajuan yang lambat karena Rusia disebut menyebar ranjau disepanjang garis depan medan tempur. Pasukan Rusia melancarkan sejumlah serangan di dekat Avdiivka, Lyman dan Mariinka di wilayah timur Donetsk. Sementara, pasukan Ukraina kini berupaya berebut kembali wilayah bagian selatan. (bp)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

TNI AL Siapkan Operasi Bantuan Kemanusiaan untuk Myanmar dan Thailand

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan memimpin Gelar Kesiapan Operasi Bantuan Kemanusiaan Luar Negeri, untuk korban terdampak gempa bumi di Myanmar dan Thailand. Kegiatan tersebut berlangsung di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, (31/3).

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer