Jakarta, IDM – Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata resmi membuka latihan Armada Jaya ke-42 di Surabaya, Senin (5/8). Pada tahun ini, latihan puncak TNI AL itu akan dilaksanakan dengan metode gelafi posko.
“Latihan Armada Jaya 2024 akan dilaksanakan secara tatap muka maupun daring hingga 15 Agustus mendatang,” kata Denih, dikutip dari keterangan Dispenal di Jakarta.
Geladi posko merupakan salah satu metode latihan taktis tanpa pasukan yang fokus pada proses perencanaan militer, dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Penyelenggara dan pelaku latihan hanya berinteraksi melalui jaringan internet dan video conference.
Baca Juga:ย Gudang Logistik BNPB Siap Beroperasi, Cegah Kelaparan di Sinak, Papua
“Materi yang dikembangkan (dalam latihan) adalah proses pengambilan keputusan militer (PPKM) dengan uji rencana operasi menggunakan tactical floor game (TFG)” ujarnya.
Denih menyampaikan, Armada Jaya sebagai latihan puncak tingkat matra yang merupakan bagian penting dari upaya integral dalam pembinaan kemampuan seluruh komponen kekuatan TNI AL yang dilaksanakan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut.
“Latihan ini untuk meningkatkan profesionalisme prajurit, kemampuan unsur pimpinan, dan staf komando tugas gabungan dalam proses pengambilan keputusan militer pada operasi gabungan TNI dan menguji doktrin operasi gabungan TNI dalam kerangka tugas, pokok, dan fungsi TNI AL sebagai alat pertahanan negara di laut”, paparnya.
Baca Juga:ย Resmi Berakhir, Pangkoopsud III Tutup Latihan Matra Udara II Kasuari Perkasa Combine Cakra Delta 2024
Sebelumnya, pada Armada Jaya tahun lalu, TNI AL fokus pada uji coba penembakan senjata-senjata strategis, termasuk di antaranya rudal SSM Exocet MM40 Block 3.
Armada Jaya ke-41 kala itu digelar pada Juni 2023 di Laut Jawa, Laut Bali, dan Situbondo. Sesi latihan terbagi atas fase laut yang berlangsungย 28-30 Juni, kemudian pendaratan amfibi oleh pasukan Korps Marinir di Pantai Banongan. Dalam rangkaian fase laut, uji coba penembakan rudal SSM Exocet MM40 Block 3 ditembakkan langsung dari KRI RE Martadinata-331 di Laut Jawa. (at)