Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan tiga komitmen netralitas prajurit pada pemilu 2024, salah satunya melarang berfoto atau selfie menggunakan simbol jari.
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan selama ini mungkin banyak masyarakat yang belum tahu bahwa militer juga memiliki Lembaga Pemasyarakatan Militer (Lemasmil) yang jauh lebih buruk dibanding Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Umum.
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono meninjau pelaksanaan operasi pendaratan amfibi di Pantai Banongan, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Minggu (10/9).
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memastikan pihaknya akan menyelenggarakan Olimpiade Militer Internasional. Hal ini dikatakannya usai melaksanakan MoU dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemuda dan Olahraga tahun 2023 di Velodrom Rawamangun Jakarta Timur Jumat, (8/9/2023).
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono tiba-tiba muncul di Markas Kostrad, Kamis, (7/9). Kehadiran orang nomor satu di TNI ini tanpa direncanakan dan sempat mengagetkan para prajurit dan PNS Makostrad yang sedang melaksanakan olahraga umum.
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI menggunakan perangkat anti-drone menertibkan dua drone (pesawat nirawak) liar yang terbang di sekitar lokasi acara KTT Ke-43 ASEAN di Jakarta pada 5–7 September 2023.
Pasukan TNI bersama Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM) akan menggelar sejumlah operasi militer pada latihan puncak Super Garuda Shield (SGS) 2023 yang berlangsung 8-10 September.
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan pengawasan pada prajurit yang bertingkah tidak wajar. Hal ini menyusul kian maraknya kasus kriminal yang melibatkan personel TNI.
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono melakukan rotasi, mutasi dan promosi jabatan di lingkungan TNI. sebanyak 20 perwira menengah (pamen) mendapat promosi jabatan sebagai perwira tinggi (pati) untuk mengisi jabatan 25 pati yang memasuki usia pensiun.
Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono mengatakan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono tidak akan melindungi prajurit pelanggar hukum. Yudo bahkan disebut ingin merevisi Peraturan Panglima (Perpang) terkait bantuan hukum kepada keluarga prajurit.