Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana meminta semua pihak tidak mengartikan restrukturisasi (penataan) signifikan yang dilakukan TNI AD negatif. Menurutnya restrukturisasi ini dimaksudkan untuk membantu program pemerintah.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan tahun 2025 ini pihaknya menargetkan untuk meningkatkan status lima Komando Resort Militer (Korem) menjadi Komando Daerah Militer (Kodam).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan TNI AD dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menyepakati untuk berkomitmen mendukung program pemerintah.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyebut Yohanes Ande Kala (Joni) mempunyai mentalitas, kepribadian yang luar biasa dan kegigihan sehingga mampu lulus menjadi prajurit Bintara TNI AD berpangkat Sersan Dua (Serda).
Menyambut HUT ke-74, Dinas Penerangan TNI AD menggelar kegiatan donor darah di Jakarta, Rabu (8/1). Kegiatan ini dilaksanakan sekaligus memenuhi permintaan berkala dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto terkait pemenuhan kebutuhan cadangan darah di bank darah RSPAD.
Guna mendukung program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait Makan Bergizi Gratis (MBG), TNI AD mengerahkan personel dari 351 Kodim yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memastikan di tahun 2025 TNI AD akan memprioritaskan pembelian Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) sesuai dengan kebutuhan operasional terkini dan memodernisasikan alutsista yang sudah ada.
Dalam mendukung kelancaran dan keamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, Kepala Dinas Penerangan (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana mengatakan TNI AD akan mengerahkan 58.120 personel.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan sejumlah bantuan yang diberikan untuk masyarakat di Papua adalah bukan program TNI AD namun inisiatif yang muncul sendiri dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana membantah pihaknya menjadi "backing" atau pelindung anak bos tukang roti berinisial George Sutama Halim yang viral karena terlibat kasus penganiayaan terhadap seorang karyawati.