Amerika Serikat (AS) menyuarakan kekhawatirannya atas hubungan antara Rusia dan Korea Utara (Korut) yang semakin erat, ditandai dengan kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Pyongyang untuk pertama kalinya dalam 24 tahun.
Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan ke Korea Utara (Korut) untuk pertama kalinya dalam 24 tahun pada Rabu pagi waktu setempat, sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antara kedua negara.
Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan gencatan senjata dan melakukan perundingan damai jika Ukraina membatalkan ambisi NATO dan menarik pasukannya dari empat wilayah.
Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia tidak perlu menggunakan senjata nuklir untuk menang atas Ukraina. Sebab menurutnya, kekuatan dan efektifivitas tempur pasukan militer Rusia terus meningkat.
Presiden Vladimir Putin memperingatkan bahwa Rusia dapat menggunakan segala cara untuk mempertahankan diri jika kedaulatan atau integritas wilayahnya terancam, termasuk senjata nuklir.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Presiden Belarusia Alexander Lukashenko untuk membahas berbagai kerja sama termasuk keamanan dan latihan senjata nuklir taktis.
Angkatan Bersenjata Rusia menggelar latihan yang mensimulasikan perang nuklir taktis pada beberapa waktu lalu. Hal itu sejalan dengan perintah Presiden Vladimir Putin, sebagai bentuk unjuk kekuatan terhadap Barat.
Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa pasukannya yang bertempur di sekitar Kharkiv, wilayah timur laut Ukraina, sedang membangun zona penyangga untuk melindungi Rusia dari serangan.