Jakarta, IDM – Pemerintah Irak secara resmi menetapkan kelompok separatis Kurdi sebagai organisasi terlarang. Hal itu dilakukan menyusul Turki, yang telah lebih dulu mencap Kurdi sebagai teroris. Dilansir dari AP, Rabu (24/7), Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani telah mengeluarkan…
Jakarta, IDM - Turki menolak tuduhan Israel bahwa mereka telah mempersenjatai dan mendanai Hamas. Tuduhan itu disebut sebagai propaganda kotor Israel untuk mengalihkan perhatian dari perang di Gaza. Bantahan tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri Israel, Katz melalui platform X…
Pada Juni lalu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan Mantan Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim di Kementerian Pertahanan dalam rangka memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia-Turki, khususnya dalam sektor pertahanan.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono duduk bersama dengan Commander of the Turkish Air Force, General Ziya Cemal Kadıoğlu untuk membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan pertahanan udara di kawasan masing-masing.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) berkomitmen untuk terus mengembangkan diri menjadi angkatan udara yang modern dan AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, Humanis), sejalan dengan tekad Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Hardjono.
Perdana Menteri Turki periode 2016-2018, Binali Yildirim yang didampingi Duta Besar Turki untuk Indonesia Talip Kucukcan bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (6/6).
Wakil Menteri Pertahanan RI M. Herindra mengatakan Turki memiliki peran yang strategis dalam upaya penguatan pertahanan Indonesia. Hal ini dikatakannya saat menerima kunjungan kehormatan Wakil Menteri Pertahanan Turki (Turkiye Deputy Minister Of National Defence), H.E. Mr. Bilal Durdali, di ruang Manggala Yudha, Kemhan, Jakarta, Rabu (22/5).
Pemerintahan Turki turut membantu dalam mencari keberadaan helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi beserta 9 orang lainnya, yang jatuh pada Minggu (19/5).
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Turki mengatakan bahwa pihaknya telah 'menetralisir' 43 teroris yang berkaitan dengan militan Kurdi di berbagai wilayah di Irak utara selama seminggu terakhir.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa negara-negara Barat telah menerapkan standar ganda karena menentang Iran atas serangan terhadap Israel, namun tidak mengutuk Israel yang menargetkan konsulat Iran di ibu kota Suriah.