Badan Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB atau OCHA mengatakan bahwa konflik bersenjata yang telah berlangsung selama enam bulan antara militer Sudan dan kelompok paramiliter telah menewaskan hingga 9.000 orang.
Iran dan Sudan sepakati langkah untuk memulihkan hubungan diplomatik usai tujuh tahun terputus. Kesepakatan itu diraih melalui proses diskusi kedua pihak yang cukup lama.
Pemimpin Sudan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan mendesak PBB untuk menetapkan kelompok militan RSF sebagai teroris karena telah melakukan kejahatan perang di negara tersebut.
Pemimpin Sudan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan memperingatkan PBB bahwa konflik di negaranya bisa meluas ke negara-negara tetangga di Afrika. Ia pun mendesak penguatan tekanan internasional terhadap unit paramiliter RSF.
Konflik bersenjata antara tentara Sudan dan Paramiliter Rapid Support Forces (RSF) terus berlanjut usai gencatan senjata pada akhir pekan. Bentrokan ini memasiki minggu ke-12 tanpa terlihat adanya upaya damai.
Konflik bersenjata antara tentara Sudan dan Paramiliter Rapid Support Forces (RSF) kian memanas pasca gencatan senjata. Sebelumnya, kedua pihak bertikai sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama 24 jam, terhitung mulai Sabtu (10/6).
Konflik bersenjata kembali berkecamuk antara tentara Sudan dan Paramiliter Rapid Support Forces (RSF) di Ibu Kota Khartoum. Pihak yang bertikai gagal untuk mempertahankan masa damai setelah kesepakatan gencatan senjata berakhir.
Kelompok yang bertikai di Sudan akhirnya setuju untuk memperpanjang gencatan senjata selama lima hari. Kesepakatan itu diraih setelah dimediasi oleh perwakilan Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS).
Kelompok yang bertikai di Sudan akhirnya setuju untuk melakukan gencatan senjata selama tujuh hari. Kesepakatan itu diraih setelah dimediasi oleh perwakilan Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) di Jeddah pada Sabtu (20/5) malam.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) berhasil menyelesaikan misi evakuasi terhadap 344 warga negara Indonesia (WNI) dan 15 warga negara asing (WNA) keluar dari Sudan.