Jumat, 4 April 2025

Pemimpin Sudan Peringatkan Konflik Negaranya Dapat Meluas ke Regional Afrika

Jakarta, IDM – Pemimpin Sudan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan memperingatkan PBB bahwa konflik di negaranya bisa meluas ke negara-negara tetangga di Afrika. Ia pun mendesak penguatan tekanan internasional terhadap unit paramiliter RSF.

Dilansir dari France24, Jumat (22/9), saat berbicara di PBB, Burhan menyoroti hubungan RSF dengan Wagner, kelompok tentara bayaran Rusia yang beroperasi di beberapa wilayah Afrika seperti Sudan, Libya, Mozambik dan Mali.

Baca Juga:ย Zelensky Serukan Agar Dewan Keamanan PBB Pertimbangkan Hak Veto Rusia

โ€œBahaya perang ini kini menjadi ancaman bagi keamanan regional hingga internasional karena para pemberontak itu mencari dukungan kelompok teroris dari berbagai negara di dunia,โ€ kata Burhan.

Lebih lanjut, Burhan juga menilai bahwa RSF harus dianggap sebagai kelompok teroris. Menurutnya, RSF telah melakukan berbagai tindakan yang mengancam keselamatan manusia seperti penyiksaan, penjarahan, pembunuhan, hingga perdagangan senjata dan obat-obatan terlarang.

Baca Juga:ย Kunjungi Markas Militer, Rusia Pererat Hubungan Pertahanan dengan Iran

Oleh sebab itu, ia meminta agar komunitas regional maupun internasional untuk memperluas upaya dalam menekan RSF. Ia khawatir jika tanpa penanganan yang tepat, maka konflik dengan kelompok militan itu dapat meluas ke negara lainnya di Afrika.

โ€œPerlu campur tangan regional dan internasional untuk menekan kelompok ini. Situasi kini seperti percikan perang, perang yang akan meluas ke negara-negara lain di kawasan ini,โ€ ujarnya. (bp)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Pemudik Tiba di Semarang dengan Kapal KRI Banjarmasin-592

Semarang, IDM โ€“ Sejumlah pemudik yang menumpang kapal perang KRI Banjarmasin-592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, (28/3). Program mudik gratis yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini merupakan bentuk pelayanan bagi...

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer