Presiden Emmanuel Macron bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di Gedung Putih, Kamis (1/12). Keduanya menjanjikan dukungan jangka panjang bagi perjuangan Ukraina mempertahankan kedaulatannnya dari invasi Rusia.
Pesawat Pengebom Strategis atau bomber Rusia dan Cina melakukan patroli bersama di kawasan Asia Pasifik, Rabu (30/11). Hal ini menunjukkan hubungan pertahanan yang erat antara kedua negara.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Kazakhstan Kassym Jomart Tokayev bertemu untuk memperingati tiga dekade terjalinnya hubungan diplomatik di Rusia, Senin (28/11). Mereka menandatangani sebuah dokumen kerja sama yang mempererat hubungan bilateral negara.
Rusia menangguhkan perundingan perihal kontrol senjata nuklir dengan Amerika Serikat (AS). Perundingan tersebut semula dijadwalkan pada 29 November hingga 6 Desember 2022.
AS kembali kirim bantuan militer senilai USD 400 juta ke Ukraina khusus untuk memperkuat pertahanan udara. Pentagon menggarisbawahi bahwa bantuan ini diperlukan Ukraina demi mendorong mundur pasukan Rusia dan menghentikan serangan udara yang menargetkan pasokan energi.
Uni Eropa (UE) tengah menyiapkan paket sanksi baru terhadap Rusia, sebagai tanggapan atas invasi negara beruang merah ke Ukraina. Sanksi ini dibentuk setelah UE menetapkan Rusia sebagai negara sponsor teroris.
Inggris meningkatkan dukungannya terhadap Ukraina dengan mengirimkan armada pesawat berawak untuk pertama kali sejak invasi Rusia berlangsung. Inggris telah mengirim satu dari tiga Helikopter Sea King yang dapat membantu operasi SAR Ukraina.
Bencana alam gempa yang terjadi di Cianjur pada Senin (21/11), telah membawa duka bagi seluruh warga Indonesia. Ucapan bela sungkawa pun berdatangan dari para pemimpin dunia antara lain Uni Emirat Arab, Prancis, Cina, Inggris, India, hingga Rusia.
Parlemen Uni Eropa mengeluarkan pernyataan bersama yang menganggap Rusia sebagai negara sponsor terorisme akibat serangkaian invasi terhadap infrastruktur sipil yang terus dilakukan di Ukraina, Rabu (23/11). Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Rusia harus menghentikan invasi yang telah melanggar Hak Asasi Manusia dan Hukum Internasional.
Angkatan Udara Rusia telah memperkuat armada pertahanannya dengan sejumlah jet tempur baru yaitu multirole Su-30SM2 yang diklaim sebagai jenis tercanggih karena dilengkapi dengan radar dan senjata yang lebih mutakhir.