Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pihaknya akan terus menguji coba Oreshnik, rudal balistik dengan hulu ledak hipersonik non-nuklir yang baru dikembangkan.
Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan (Korsel), Shin Won-sik melaporkan bahwa Rusia telah mengirim rudal dan komponen pertahanan udara ke Korea Utara (Korut).
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia telah meluncurkan "rudal balistik dengan hulu ledak hipersonik non-nuklir" yang baru dikembangkan ke fasilitas militer di Kota Dnipro, Ukraina pada beberapa waktu lalu.
Duta Besar (Dubes) Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin mengungkapkan bahwa Rusia telah meluncurkan 12.000 rudal ke negaranya, sejak invasi skala penuh dimulai pada Februari 2022.
Duta Besar (Dubes) Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin menegaskan bahwa Ukraina akan terus berjuang dan mempertahankan kemerdekaannya di tengah agresi skala penuh Rusia yang telah berlangsung selama 1.000 hari.
Presiden Volodymyr Zelensky meluncurkan 'Rencana Ketahanan' atau Resillience Plan untuk Ukraina, yang menandai seribu hari sejak pecahnya perang dengan Rusia.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mengizinkan serangan rudal ATACMS ke teritorial Rusia sebagai "babak baru peningkatan ketegangan".
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah mengizinkan Ukraina untuk menggunakan rudal jarak jauh ATACMS, untuk melakukan 'serangan terbatas' ke teritorial Rusia.
Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS), dan Jepang membentuk sekretariat untuk kerja sama trilateral sekaligus mengecam pengerahan pasukan Korea Utara (Korut) ke Rusia.
Rusia dan Ukraina saling meluncurkan puluhan serangan drone pada Minggu (10/11), yang menjadi salah satu serangan skala besar sejak dimulainya perang pada Februari 2022.
Organisasi Pakta Pertahanan NATO Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) mengecam Rusia dan Korea Utara (Korut) karena memperluas perang di Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pasukan Korea Utara (Korut) yang dikerahkan ke wilayah Kursk, Rusia, telah bertempur melawan pasukan Kyiv di medan perang.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Ukraina harus tetap netral agar ada peluang untuk perdamaian. Sebab, jika Ukraina tidak netral, maka dikhawatirkan dimanfaatkan menjadi alat bagi negara ketiga untuk mencapai kepentingan tertentu.